Portal Korban Lapindo Portal Korban Lapindo http://korbanlumpur.info/component/content/frontpage.html Fri, 30 Jul 2010 07:39:03 +0000 Joomla! 1.5 - Open Source Content Management en-gb Seribu Rupiah untuk Pendidikan Anak-Anak Korban Lumpur Lapindo http://korbanlumpur.info/dukung-kami/663-seribu-rupiah-untuk-pendidikan-anak-anak-korban-lumpur-lapindo.html http://korbanlumpur.info/dukung-kami/663-seribu-rupiah-untuk-pendidikan-anak-anak-korban-lumpur-lapindo.html Uang seribu rupiah, bukanlah jumlah yang banyak dan juga tidak sedikit, apalagi buat anak-anak, terutama anak-anak korban lumpur Lapindo. Lumpur lapindo telah menenggelamkan rumah, sawah, sekolah dan tempat mencari nafkah orangtua mereka. Keceriaan dan masa depan mereka turut ditenggelamkan oleh lumpur Lapindo.

Mendekati tahun ajaran baru 2010/2011, 103 anak-anak korban Lapindo tidak menentu masa depannya, bahkan di antaranya ada yang telah putus sekolah karena orang tuanya tak mampu lagi membiayai pendidikan dan kehidupan mereka sehari-hari, semantara biaya sekolah terus naik. Sebagai korban, mereka tidak diperhatikan dan pemerintah maupun Lapindo hanya mengurus ganti rugi yang tak kunjung juga selesai. Ke-103 anak-anak korban Lapindo sebagian besar masih duduk dibangku SD. Pada tahun ajaran baru ini saja, setidaknya mereka membutuhkan Rp.43.644.500 untuk SPP, buku, seragam, ujian dan biaya bangunan/gedung sekolah.

]]>
tabamail@gmail.com (Kanal Newsroom) frontpage Mon, 12 Jul 2010 16:30:23 +0000
Kesibukan Korban di Tengah Udara Beracun http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/662-kesibukan-korban-di-tengah-udara-beracun.html http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/662-kesibukan-korban-di-tengah-udara-beracun.html SIDOARJO - Pagi itu, matahari belum terlalu tinggi. Di sepanjang tanggul penahan lumpur, terdapat banyak gubuk yang terbuat dari bambu. Setiap gubuk berjarak sekitar 50 meter ke gubuk lain. Di setiap gubuk terdapat belasan bahkan puluhan sepeda motor yang berjejer rapi. Pemiliknya, yang kesemuanya korban Lapindo, berteduh di sebuah gubuk kecil dari bambu yang mereka buat sendiri. Di antara mereka juga terdapat wanita dan anak usia sekolah.

]]>
novikella@yahoo.co.id (Kanal News Room) frontpage Fri, 09 Jul 2010 13:49:39 +0000
Raga Rusak, Jiwa Terkoyak http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/582-raga-rusak-jiwa-terkoyak.html http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/582-raga-rusak-jiwa-terkoyak.html Budi Rahayu termenung. Ia terdiam untuk untuk beberapa saat di dapur yang suram itu, bingung. Tak lama pandangan ia alihkan menuju retakan-retakan yang melekat di dinding dapur. Ia tampak kehilangan arah, terjebak dalam kekinian; ia tidak mengerti motif keberadaannya di dapur. Dan, akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari dapur yang sumpek itu, bergegas menuju warungnya yang hanya tiga langkah dari depan pintu rumahnya.

]]>
tabamail@gmail.com (Kanal News Room) frontpage Sat, 27 Feb 2010 07:33:17 +0000
Pendidikan Berlumpur http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/550-pendidikan-berlumpur.html http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/550-pendidikan-berlumpur.html Pada suatu hari di tahun 2000, Abdul Rochim hendak menggarap sawah yang disewanya di sebelah timur desa Besuki. Daerah itu adalah bagian yang berprospek di kabupaten Sidoarjo. Pada tahun tersebut sebagian besar wilayah itu merupakan daerah yang sangat potensial untuk lahan pertanian dan perikanan darat. ]]> novikella@yahoo.co.id (REDAKSI) frontpage Thu, 28 Jan 2010 09:49:57 +0000 Ketika Korban Masuk Bursa Caleg http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/489-ketika-korban-masuk-bursa-caleg.html http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/489-ketika-korban-masuk-bursa-caleg.html Aroma pemilu legislatif 2009 ternyata juga melanda bumi Porong. Warga korban lumpur Lapindo pun sepertinya juga tak mau cuma menjadi sasaran kampanye. Mereka juga mengajukan diri sebagai calon legislator (caleg). Lihat saja poster, spanduk, atau baliho yang bertebaran di sekitar tanggul, di persimpangan-persimpangan jalan, maupun di bekas jalan tol Porong-Gempol. Di situ tidak saja terpampang wajah-wajah "Jakarta", melainkan juga wajah "Porong", "Jabon", atau "Tanggulangin"—tiga kecamatan yang tertimpa apes luapan lumpur.

]]>
tabamail@gmail.com (Tim Redaksi) frontpage Thu, 09 Apr 2009 14:29:34 +0000
Pulau Dem: Potret Kelam Pembuangan Lumpur Lapindo ke Kali Porong http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/483-pulodem-potret-kelam-pembuangan-lumpur-lapindo-ke-kali-porong.html http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/483-pulodem-potret-kelam-pembuangan-lumpur-lapindo-ke-kali-porong.html Ketika Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakrie menyatakan bahwa pembuangan lumpur ke laut tidak bermasalah (Kompas, 07 Desember 2006), tampaknya ia tidak pernah memperhitungkan begitu banyaknya jiwa yang menggantungkan hidupnya di sepanjang sungai itu, dan betapa aliran Kali Porong adalah sumber kehidupan bagi warga di sekitarnya. Kenyataan di Pulau Dem menunjukkan ngawurnya pernyataan bos Grup Bakrie ini.

]]>
tabamail@gmail.com (Redaksi) frontpage Mon, 16 Mar 2009 09:27:36 +0000
Perempuan-Perempuan Tangguh http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/468-perempuan-perempuan-tangguh.html http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/468-perempuan-perempuan-tangguh.html Bagaimana nasib satu keluarga patrilinial di desa, jika suami, sebagai tulang punggung keluarga, tak berfungsi dengan baik atau lumpuh sama sekali? Bagaimana keluarga ini melanjutkan hidup sehari-hari? Bagaimana sekolah anak-anak mereka? Bagaimana kalau mereka sakit? Dan daftar pertanyaan panjang lainnya masih bisa diuraikan dengan jawaban terbata-bata. Pertanyaan lebih ekstremnya: bagaimana jika kelumpuhan ini terjadi massal? Anda akan membayangkan hal-hal buruk.

]]>
tabamail@gmail.com (Imam Shofwan) frontpage Tue, 24 Feb 2009 03:53:26 +0000
Ayu Anita, Potret Anak Korban Lumpur Lapindo http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/454-ayu-anita-potret-anak-korban-lumpur-lapindo.html http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/454-ayu-anita-potret-anak-korban-lumpur-lapindo.html Usianya belum lagi genap lima belas tahun namun dia musti memikul beban yang amat berat. Bekerja dari pukul lima sore hingga pukul 2 dini hari harus dilakoninya tiap hari. Tak ada libur dan tak ada waktu main-main, belanja di mall, nonton bioskop, mencoba cinta monyet, atau bersekolah layaknya gadis-gadis remaja seusianya.

]]>
frontpage Wed, 21 Jan 2009 17:01:24 +0000
Penggantian Aset Korban Yang Tak Kunjung Beres http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/452-penggantian-aset-korban-yang-tak-kunjung-beres-.html http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/452-penggantian-aset-korban-yang-tak-kunjung-beres-.html Pilihan pembayaran ganti rugi boleh beda, tapi nasib tetap sama: terpuruk. Nasib ganti rugi rumah dan bangunan korban Lapindo dari berbagai kelompok masih belum jelas hingga hari ini. PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ), penanggungjawab pembayaran tanah dan bagunan milik korban lumpur yang dibikin PT Lapindo Brantas, tak juga menuntaskan tanggungjawabnya. MLJ terus saja mengulur-ulur waktu. Skema pembayaran diubah-ubah. Yang teranyar, pelunasan 80 persen dicicil per bulan 30 juta.

]]>
frontpage Tue, 13 Jan 2009 10:57:19 +0000
Lumpur Juga Rusak Sekolah http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/451-lumpur-juga-rusak-sekolah-sekolah.html http://korbanlumpur.info/kisah/kisah-korban/451-lumpur-juga-rusak-sekolah-sekolah.html Biasanya Umi Sa’diyah (17 tahun) berangkat sekolah dengan Ayu Anita. Keduanya bersahabat. Rumah mereka di Dusun Renokenongo, Porong, bersebelahan dan sekolah mereka juga sama. Biasanya, mereka berangkat sekolah menggunakan sepeda jenki Umi.

]]>
frontpage Tue, 13 Jan 2009 10:46:58 +0000