Lokasi Anda
Beranda > Posts tagged "korban lumpur"

Rumah Baru Supadmi

Supadmi (46 tahun) sedang membangun sendiri rumah barunya di Dusun Pandokan, Desa Kedungcangkring. Dalam memilih rumah barunya, Supadmi tak berpikir panjang. Baginya, yang penting dekat dengan jalan raya dan harga

Perjalanan Cak Taman

Cak Taman (45 tahun) berasal dari Besuki (Barat) sekarang menghuni rumah barunya di Dusun Podokaton, Desa Kedungcangkring. Setelah Besuki Barat "masuk peta", Taman mengikuti seorang tokoh desa Besuki yang menawarkan tanah

Koran Tempo – Jangan Hambat Kasus Lapindo

Bukan tanpa alasan jika khalayak menilai pemerintah tak serius menangani kasus lumpur Lapindo. Sudah dua tahun lebih kasus semburan lumpur di Sidoarjo ini diusut oleh penegak hukum, tapi hingga kini belum tuntas. Padahal masalah ini amat penting lantaran menyangkut hajat hidup orang banyak, dan negara pun terpaksa ikut menanggung akibatnya.

Sikap penegak hukum di Jawa Timur amat janggal. Walau berkas kasus itu telah berkali-kali diperbaiki polisi, tetap saja dikembalikan lagi oleh jaksa. Berkas tersebut memuat hasil pemeriksaan 13 tersangka, termasuk petinggi PT Lapindo Brantas, perusahaan yang bertanggung jawab atas pengeboran yang memicu malapetaka bagi ribuan warga Sidoarjo. Mereka belum dibawa ke meja hijau lantaran jaksa selalu menilai hasil pemeriksaan belum lengkap.

AAPG Day 2: showdown at the Lusi corral

Blog yang menarik yang ditulis oleh salah seorang peserta yang hadir dalam konferensi AAPG di Afrika Selatan, yang menyimpulkan bahwa pengeboran Lapindo penyebab semburan lumpur.[Redaksi]

The afternoon of my second day at AAPG was spent at the session debating the origins of the Lusi mud volcano, which has been the subject of a number of blog posts around these parts. The selling point was that this would be the first time that the major proponents for the theory that the eruption was caused by a blow-out in the gas well being drilled nearby, and the competing theory that it was a response to a large regional earthquake that occurred two days before the eruption, had been collected in the same room to argue things out. Whilst this wasn’t entirely true – there was a similar debate in London last week – I was quite happy to catch the rematch.

Tidak Mungkin, Gempa Yogya —> bikin mud volcano di Porong ?

Dari : http://hotmudflow.wordpress.com/2006/07/05/gempa-yogya-bikin-mud-volcano-di-porong/ 

Assalamu’alaykum

Saat nulis ini, volume mud volcano Porong sudah eningkat dari 5.000
meter kubik perhari menjadi 25.000 meter kubik perhari, menurut TV 7,
alias lebih esar dari suplai magma Merapi ke puncak yang sekarang ”
tinggal ” 15.000 meter kubik per hari.

Tidak Mungkin, Gempa Yogya —> bikin mud volcano di Porong ?

Dari : http://hotmudflow.wordpress.com/2006/07/05/gempa-yogya-bikin-mud-volcano-di-porong/ 

Assalamu’alaykum

Saat nulis ini, volume mud volcano Porong sudah eningkat dari 5.000
meter kubik perhari menjadi 25.000 meter kubik perhari, menurut TV 7,
alias lebih esar dari suplai magma Merapi ke puncak yang sekarang ”
tinggal ” 15.000 meter kubik per hari.

Conclusive Vote on Cause of Indonesian Mud Volcano

World scientists conclude drilling, not earthquake, was the cause of east Java mud volcano at international debate. Two years’ of global public debate over the possible causes of Lusi has finally concluded.

A resounding vote of international petroleum geologists from around the globe, including Durham University geologist Professor Richard Davies, concluded the mud volcano was triggered by drilling of a nearby gas exploration well.

TEMPO Interaktif – Pengusutan Hukum Kasus Lapindo Buntu

"Tanpa itu, hasil konferensi hanya sebagai referensi
kita," kata Mulyono, kepala seksi penerangan hukum kejaksaan tinggi, di Surabaya
kemarin.
SURABAYA – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur baru bisa menggunakan hasil
konferensi American Association of Petroleum Geologist di Cape Town, Afrika
Selatan, pada 27-29 Oktober, sebagai bahan menyelesaikan perkara hukum kasus
semburan lumpur PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo. Syaratnya, para geolog
itu bersedia menjadi saksi ahli dan keterangannya dimasukkan dalam berita acara
pemeriksaan.

KOMPAS – Geolog Dunia Yakin Lumpur Tak Dipicu Gempa

Jumat, 31 Oktober 2008 | 01:08
WIB

Jakarta, Kompas – Gempa Yogyakarta, dua hari sebelum semburan lumpur panas di
Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diyakini geolog dan ahli pemboran minyak dunia
bukan sebagai pemicu semburan. Mayoritas geolog dan ahli pemboran setuju
semburan lumpur dipicu aktivitas pemboran di Sumur Banjar Panji-1.

Pemungutan suara terjadi dalam diskusi ”Lusi Mud Volcano: Earthquake or
Drilling Trigger”, salah satu dari enam sesi utama pada American Association of
Petroleum Geologists (AAPG) 2008 International Conference and Exhibition di Cape
Town, Afrika Selatan, 26-29 Oktober 2008. Sebanyak 42 suara setuju semburan
lumpur dipicu pemboran, 3 suara setuju dipicu gempa, 13 peserta setuju kombinasi
keduanya, dan 16 suara menganggap diskusi belum tuntas.

Geologists Blame Gas Drilling for Indonesia Mud Disaster

A meeting of leading geologists has
concluded that an Indonesian mud volcano which erupted in May 2006,
triggering a social and environmental disaster, was caused by nearby
drilling for gas, a British university said on Thursday.

The
volcano, named Lusi, has swamped 12 villages and displaced around
30,000 people and continues to spew boiling mud at a rate sufficient to
fill 53 Olympic swimming pools each day.

ANTARA – Kaukus DPR Desak Pemerintah Selesaikan Masalah Lapindo


Jakarta

(ANTARA News) – Sejumlah anggota DPR yang tergabung dalam Kaukus Anggota DPR
dari Dapil Jawa Timur I (

Surabaya

dan Sidoarjo) mendesak pemerintah agar empat desa yang belum masuk dalam peta
terdampak lumpur Lapindo segera masuk dalam anggaran APBN 2009.

Salah seorang juru bicara kaukus itu, Suripto, kepada pers di ruang wartawan
DPR
Jakarta, Senin, mengatakan,
empat desa terdampak lumpur yang saat ini terancam tenggelam lumpur itu adalah
Desa Besuki Timur Tol RT 1-7, Siring Barat, Jatirejo Barat dan Mindi.

ANTARA – Semburan Lumpur Sidoarjo Diperkirakan Berlangsung 140 Tahunasus Lapindo Butuh Advokasi Internasional



Jakarta

(ANTARA News) – Semburan lumpur panas di Sidoarjo diprediksi sebagai proses
pembentukan gunung lumpur (mud volcano) yang bisa berlangsung hingga 140 tahun.

"Lumpur Sidoarjo akan menjadi ‘natural event’ yang bisa berlangsung 6-140
tahun, namun perkiraan yang baik adalah 32 tahun," jelas Prof. Richard
Swarbrick dari Geopressure Technology Ltd Science Labs, Durham, Inggris, saat
berbicara dalam konferensi geologi di London, sebagaimana dikutip siaran pers
Lapindo Brantas Inc, Jumat.

Translate »