Lokasi Anda
Beranda > Posts tagged "korban lapindo"

Desa Hendak Dihapus, Korban Lapindo Menolak

Selasa, 02 Februari 2016 Porong - Pembayaran ganti rugi 80% korban Lapindo yang tergabung dalam peta 22 Maret 2007 silam secara keseluruhan sudah terealisasi pada September 2015 lalu. Namun hal ini bukan menjadi akhir

Aset Tanah Lumpur Lapindo Bisa Dikuasai Negara

Warga korban Lapindo yang berada di dalam peta terdampak, saat ini melakukan uji materi terkait undang-undang pemberian ganti rugi ke MK. Dengan gugatan ini, negara diharapkan bisa mengambil alih tugas Lapindo untuk membayar ganti rugi di dalam peta terdampak.

Alasan Korban Lapindo Menggugat ke MK

“Dari total ganti rugi ini, ternyata hingga saat ini masih ada Rp 800 miliar yang belum dibayarkan Lapindo,” kata Mursid ketika berbincang dengan suarasurabaya.net, Minggu (20/1/2013). Padahal, sesuai amanat perpres, proses ganti rugi maksimal harus dibayarkan dua tahun setelah tragedi lumpur.

Korban Lapindo Uji Undang-Undang Ganti Rugi ke MK

suarasurabaya.net - Korban Lapindo yang berada di dalam peta terdampak mengajukan uji materi terhadap Undang-undang Nomor 15 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 19 Tahun 2012 tentang APBN khususnya pasal

Polisi Kembali Bubarkan Aksi Korban Lapindo

Sidoarjo - Sampai hari ini (22/5), puluhan korban Lapindo masih melakukan aksi pendudukan tanggul di Titik 22. Warga kesal karena Lapindo tidak segera melunasi sisa pembayaran ganti rugi aset tanah

Kesepakatan SBY-Lapindo dan Tim 16 Perumtas Menyisakan Persoalan

Siaran Pers, Jakarta 5 Desember. Pemerintahan SBY JK sungguh mengecewakan. Tim 16 Perumtas yang semula menuntut pembayaran tunai cash and carry,  terpaksa menerima pembayaran cicilan yang diusulkan PT Lapindo dan para menteri kabinet SBY, sebelum akhirnya bertemu SBY, Rabu lalu (3/12).  Bagai menjilat ludah sendiri, Presiden SBY melanggar Peraturan Presiden No. 14 Tahun 2007 dan mengingkari pernyataan-pernyatannya sendiri. Peraturan itu mewajibkan pembayaran tunai jual beli tanah dan bangunan warga korban Lapindo.

Tanggul Jebol, Risen Tenggelam

Bencana yang ditakutkan warga dusun Risen, Desa Glagaharum, akhirnya benar-benar terjadi. Selasa (18/11), puluhan pria dan wanita, tua dan muda, warga Risen RT 01 sampai RT 05, tampak panik sambil

Batal Dibayar 20%, Pengungsi Pasar Baru Tutup Tanggul

Ratusan warga Renokenongo sudah dua setengah tahun ini tinggal di pengungsian pasar baru Porong menutup jalan menuju tanggul di desa mereka (08/11). Mereka menuntut uang 20% dari aset mereka yang hingga kini belum dibayar Lapindo. Para warga tak ingin menyebut kegiatan ini sebagai aksi demonstrasi, mereka lebih senang menyebutnya silaturahmi ke bekas desa mereka yang kini tertimbun lumpur.

GMKI Mendukung Korban Lapindo

Sabtu (8/11) lalu, Gerakan Mahasiswa kristen Indonesia (GMKI) menggelar Konggres ke-31 di Jl Ketintang Madya 26 Surabaya. Dalam Kongres yang bertema “Berdirilah Teguh, jangan Goyah” ini diadakan sesi khusus, yakni; testimoni korban Lumpur Lapindo yang disampaikan oleh Ahmad Novik (27 tahun) dan Mundir Dwi Ilmiawan (30 tahun). Novik mewakili warga Kedungbendo di dalam peta dan Iwan mewakili warga Permisan di luar peta yang juga merasakan dampak lumpur.

Novik menuturkan sulitnya menuntut uang sisa aset mereka yang baru dibayar 20% sementara Iwan menceritakan usaha tambaknya yang merugi karena kali Porong tercemar lumpur.

Koran Tempo – Jangan Hambat Kasus Lapindo

Bukan tanpa alasan jika khalayak menilai pemerintah tak serius menangani kasus lumpur Lapindo. Sudah dua tahun lebih kasus semburan lumpur di Sidoarjo ini diusut oleh penegak hukum, tapi hingga kini belum tuntas. Padahal masalah ini amat penting lantaran menyangkut hajat hidup orang banyak, dan negara pun terpaksa ikut menanggung akibatnya.

Sikap penegak hukum di Jawa Timur amat janggal. Walau berkas kasus itu telah berkali-kali diperbaiki polisi, tetap saja dikembalikan lagi oleh jaksa. Berkas tersebut memuat hasil pemeriksaan 13 tersangka, termasuk petinggi PT Lapindo Brantas, perusahaan yang bertanggung jawab atas pengeboran yang memicu malapetaka bagi ribuan warga Sidoarjo. Mereka belum dibawa ke meja hijau lantaran jaksa selalu menilai hasil pemeriksaan belum lengkap.

AAPG Day 2: showdown at the Lusi corral

Blog yang menarik yang ditulis oleh salah seorang peserta yang hadir dalam konferensi AAPG di Afrika Selatan, yang menyimpulkan bahwa pengeboran Lapindo penyebab semburan lumpur.[Redaksi]

The afternoon of my second day at AAPG was spent at the session debating the origins of the Lusi mud volcano, which has been the subject of a number of blog posts around these parts. The selling point was that this would be the first time that the major proponents for the theory that the eruption was caused by a blow-out in the gas well being drilled nearby, and the competing theory that it was a response to a large regional earthquake that occurred two days before the eruption, had been collected in the same room to argue things out. Whilst this wasn’t entirely true – there was a similar debate in London last week – I was quite happy to catch the rematch.

Tidak Mungkin, Gempa Yogya —> bikin mud volcano di Porong ?

Dari : http://hotmudflow.wordpress.com/2006/07/05/gempa-yogya-bikin-mud-volcano-di-porong/ 

Assalamu’alaykum

Saat nulis ini, volume mud volcano Porong sudah eningkat dari 5.000
meter kubik perhari menjadi 25.000 meter kubik perhari, menurut TV 7,
alias lebih esar dari suplai magma Merapi ke puncak yang sekarang ”
tinggal ” 15.000 meter kubik per hari.

Tidak Mungkin, Gempa Yogya —> bikin mud volcano di Porong ?

Dari : http://hotmudflow.wordpress.com/2006/07/05/gempa-yogya-bikin-mud-volcano-di-porong/ 

Assalamu’alaykum

Saat nulis ini, volume mud volcano Porong sudah eningkat dari 5.000
meter kubik perhari menjadi 25.000 meter kubik perhari, menurut TV 7,
alias lebih esar dari suplai magma Merapi ke puncak yang sekarang ”
tinggal ” 15.000 meter kubik per hari.

Conclusive Vote on Cause of Indonesian Mud Volcano

World scientists conclude drilling, not earthquake, was the cause of east Java mud volcano at international debate. Two years’ of global public debate over the possible causes of Lusi has finally concluded.

A resounding vote of international petroleum geologists from around the globe, including Durham University geologist Professor Richard Davies, concluded the mud volcano was triggered by drilling of a nearby gas exploration well.

TEMPO Interaktif – Pengusutan Hukum Kasus Lapindo Buntu

"Tanpa itu, hasil konferensi hanya sebagai referensi
kita," kata Mulyono, kepala seksi penerangan hukum kejaksaan tinggi, di Surabaya
kemarin.
SURABAYA – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur baru bisa menggunakan hasil
konferensi American Association of Petroleum Geologist di Cape Town, Afrika
Selatan, pada 27-29 Oktober, sebagai bahan menyelesaikan perkara hukum kasus
semburan lumpur PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo. Syaratnya, para geolog
itu bersedia menjadi saksi ahli dan keterangannya dimasukkan dalam berita acara
pemeriksaan.

KOMPAS – Geolog Dunia Yakin Lumpur Tak Dipicu Gempa

Jumat, 31 Oktober 2008 | 01:08
WIB

Jakarta, Kompas – Gempa Yogyakarta, dua hari sebelum semburan lumpur panas di
Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diyakini geolog dan ahli pemboran minyak dunia
bukan sebagai pemicu semburan. Mayoritas geolog dan ahli pemboran setuju
semburan lumpur dipicu aktivitas pemboran di Sumur Banjar Panji-1.

Pemungutan suara terjadi dalam diskusi ”Lusi Mud Volcano: Earthquake or
Drilling Trigger”, salah satu dari enam sesi utama pada American Association of
Petroleum Geologists (AAPG) 2008 International Conference and Exhibition di Cape
Town, Afrika Selatan, 26-29 Oktober 2008. Sebanyak 42 suara setuju semburan
lumpur dipicu pemboran, 3 suara setuju dipicu gempa, 13 peserta setuju kombinasi
keduanya, dan 16 suara menganggap diskusi belum tuntas.

Geologists Blame Gas Drilling for Indonesia Mud Disaster

A meeting of leading geologists has
concluded that an Indonesian mud volcano which erupted in May 2006,
triggering a social and environmental disaster, was caused by nearby
drilling for gas, a British university said on Thursday.

The
volcano, named Lusi, has swamped 12 villages and displaced around
30,000 people and continues to spew boiling mud at a rate sufficient to
fill 53 Olympic swimming pools each day.

Translate »