Portal Korban Lapindo

... menyajikan fakta lapangan dan memperjuangkan hak-hak korban

Friday
Jul 30th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Bongkar Konspirasi Pengkambinghitaman Tuhan!

E-mail Print PDF

Jakarta - Dalam kasus lumpur Lapindo, DPR dan pemerintah satu suara mengatakan bahwa semburan lumpur itu fenomena alam tidak terkait pengeboran. Namun penemuan ilmiah justru membuktikan sebaliknya.

***

Mei 2010 ini, sudah empat tahun semburan lumpur Lapindo menenggelamkan tanah dan rumah ribuan waga Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Bukan hanya rumah dan tanah yang hancur, melainkan juga harapan akan hidup sehat juga terancam. Sejak munculnya semburan lumpur, warga Porong dipaksa untuk menghirup udara beracun dan menggunakan air yang tercemar.

Siapa yang harus bertanggungjawab? Pemerintah dan DPR sudah sepakat bahwa lumpur Lapindo adalah fenomena alam dan tidak terkait aktivitas pengeboran. Artinya, mereka sepakat untuk mengkambinghitamkan Tuhan dalam kasus semburan lumpur di Sidoarjo.

Dengan satu suaranya DPR dan pemerintah untuk mengkambinghitamkan Tuhan dalam kasus semburan lumpur di Sidoarjo itu diharapkan tidak ada lagi yang ‘menganggu’ Lapindo untuk bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan itu.

Namun, temuan terbaru para pakar geologi dunia seakan menjungkirbalikan konspirasi pengkambinghitaman Tuhan dalam kasus lumpur Lapindo.  Para ilmuwan geologi dunia kembali menemukan bukti bahwa semburan lumpur di Sidoarjo tidak terkait dengan gempa yang terjadi di Yogyakarta. Semburan lumpur itu, menurut para ilmuwan, seperti yang dimuat di The Journal Marine and Petroleum Geology, terkait dengan kegiatan pengeboran yang dilakukan oleh PT. Lapindo Brantas. Kabar terbaru itu kemudian dimuat di berbagai media massa di Indonesia 12 Februari 2010

Sebelumnya, mayoritas para pakar geologi yang bertemu di Cape Town, Afrika Selatan juga sepakat bahwa luapan lumpur di Sidoarjo adalah akibat proses pengeboran bukan bencana alam seperti yang selama ini diyakini pihak Lapindo dan pemerintah Indonesia. Bahkan dokumen rahasia PT. Medco, salah satu mitra PT. Lapindo Brantas dalam ekplorasi gas di blok Brantas, juga mengungkapkan bahwa semburan lumpur di Sidoarjo terkait dengan pengeboran. Dokumen itu kini telah tersebar luas di internet.

Akankah para pengambil kebijakan di pemerintahan dan DPR tetap bersikeras untuk tetap pengkambinghitamkan Tuhan dalam kasus semburan lumpur di Sidoarjo? Ironis memang, di negeri yang mengaku berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa, Tuhan pun bisa menjadi kambing hitam atas terjadinya sebuah tragedy kemanusiaan (Firdaus Cahyadi)

(c) satuportal.net

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
erbeem  - Kita akan tetap menjadi bangsa bodoh bila hanya pa   |2010-05-23 01:11:46
Kejadian munculnya lumpur Lapindo, akan sangat mudah dibuktikan bahwa ini
kejadian akibat kesalahan manusia. Dengan memfokuskan
mencari kebenaran melalui pelaksanaan praktek pemboran, program
pemboran yang awal dan asli yang disetujui partner versus aktual praktek
pelaksanaan, laporan asli yang diterima Lapindo dari Rig site dan
yang diberikan ke partner Lapindo, program casing, program lumpur,
pelaksanaan saat terjadi rangkaian pipa dan mata bor terjepit. Tindakan
yang diambil  saat pipa terjepit. Kapan alat BOP pertama kali ditutup.
Semua informasi mengenai praktek pemboran  dan program pemboran ini akan
mudah mengungkapkan kekeliruan yang dibuat dengan mengundang praktisi pemboran yang profesional beretika dan independent.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Tuesday, 23 February 2010 03:37 )  

Foto

Rekaman Video - Aku Mau Pulang

Info Donasi

Ingin mendukung "Aksi Seribu Rupiah"? Lihat di sini..


Selasa, 20 Juli 2010, sejumlah 24 anak korban Lapindo telah menerima donasi publik untuk biaya pendidikan selama satu tahun. Lihat daftar penerima di sini.


Jum'at, 16 Juli 2010, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 52.110.675.


Rabu, 14 Juli 2010, 12.30, donasi yang terkumpul sebesar Rp. 50.560.675.


Selasa, 13 Juli 2010, 06:15:34, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp. 35.110.675.

Kanal Radio

Sekolah Darurat Tergusur Lumpur

Komentar

Statistik

Members : 67
Content : 612
Web Links : 22
Content View Hits : 456400

Pengunjung

We have 15 guests online