Portal Korban Lapindo

... menyajikan fakta lapangan dan memperjuangkan hak-hak korban

Friday
Jul 30th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Menikah Di Atas Genangan Air Mata

E-mail Print PDF

Bagi umat manusia, menikah adalah salah satu cara untuk mengungkapkan cinta dan kasih sayang kepada pasangannya. Cinta dan kasih sayang adalah hal yang manusiawi. Namun menjadi sebuah ironi bila ketika kita mengekspresikan rasa cinta dan kasih sayang kepada pasangan kita, nun jauh di sana ada ribuan orang yang bergelimang air mata karena ulah para leluhur kita yang mencarikekayaan untuk kehidupan kita bahkan juga mungkin untuk biaya pernikahan kita itu…. Alangkah tragisnya pernikahan seperti itu..

Pernikahan tragis seperti itu pula yang nampaknya dialamai oleh Adinda Bakrie, yang katanya akan melangsungkan pernikahan pada tanggal 25 Juli 2008 (lihat di sini)

 

 
Saat sang pengantin melangsungkan pesta pernikahan yang kabarnya menelan biaya Rp 2 digit miliar itu, ribuan warga Porong Sidoarjo yang menjadi korban semburan lumpur laknat Lapindo berurai air mata karena kehilangan nafkahnya bahkan juga rumah beserta isinya. Bahkan diantara mereka ada yang harus merelakan saudaranya bahkan dirinya sendiri untuk dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) karena tekanan psikologis yang begitu berat akibat malapetaka lumpur Lapindo.

Bukan hanya itu rartusan bahkan ribuan anak-anak di kawasan Porong juga dikabarkan tengah terancam menjadi generasi pesakitan akibat racun yang ada di dalam lumpur atau di udara akibat dari semburan lumpur Lapindo. Sebuah generasi cacat…

Akankah sang pengantin pasangan Adinda Bakrie juga merasakan kesedihan, kepiluan , tangisan dan jeritan para korban Lapindo di Porong? Atau apakah kecintaannya terhadap pasangannya telah membutakan mata dan hatinya terhadap penderitaan warga Porong akibat semburan lumpur Lapindo? Akankah kemewahan pesta senilai Rp. 2 digit miliar itu lebih berharga daripada ribuan bahkan jutaan warga Porong yang telah dihinakan, dihilangkan nafkahnya dan dirampas hak-haknya akibat semburan lumpur laknat Lapindo? Serangkaian pertanyaan tersebut sejatinya menjadi ujian bagi keberadaan akal sehat dan nurani kita sebagai manusia….

Akhirnya untuk Adinda Bakrie………..

Selamat menempuh hidup baru!

Semoga suatu saat nanti, entah di dunia atau di akherat kelak engkau dapat merasakan pula perihnya kehidupan yang saat ini sedang dialamai oleh para korban lumpur laknat Lapindo di Porong Sidoarjo, Jawa Timur…

Amien!

 

dari : www.berantaslapindo.wordpress.com 

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Friday, 01 August 2008 04:31 )  

Foto

Rekaman Video - Aku Mau Pulang

Info Donasi

Ingin mendukung "Aksi Seribu Rupiah"? Lihat di sini..


Selasa, 20 Juli 2010, sejumlah 24 anak korban Lapindo telah menerima donasi publik untuk biaya pendidikan selama satu tahun. Lihat daftar penerima di sini.


Jum'at, 16 Juli 2010, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 52.110.675.


Rabu, 14 Juli 2010, 12.30, donasi yang terkumpul sebesar Rp. 50.560.675.


Selasa, 13 Juli 2010, 06:15:34, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp. 35.110.675.

Kanal Radio

Sekolah Darurat Tergusur Lumpur

Komentar

Statistik

Members : 67
Content : 612
Web Links : 22
Content View Hits : 456416

Pengunjung

We have 14 guests online