Bagi umat manusia, menikah adalah salah satu cara untuk mengungkapkan
cinta dan kasih sayang kepada pasangannya. Cinta dan kasih sayang
adalah hal yang manusiawi. Namun menjadi sebuah ironi bila ketika kita
mengekspresikan rasa cinta dan kasih sayang kepada pasangan kita, nun
jauh di sana ada ribuan orang yang bergelimang air mata karena ulah
para leluhur kita yang mencarikekayaan untuk kehidupan kita bahkan
juga mungkin untuk biaya pernikahan kita itu
. Alangkah tragisnya
pernikahan seperti itu..
Pernikahan tragis seperti itu pula yang nampaknya dialamai oleh Adinda Bakrie, yang katanya akan melangsungkan pernikahan pada tanggal 25 Juli 2008 (lihat di sini)
Saat sang pengantin melangsungkan pesta pernikahan yang kabarnya
menelan biaya Rp 2 digit miliar itu, ribuan warga Porong Sidoarjo yang
menjadi korban semburan lumpur laknat Lapindo berurai air mata karena
kehilangan nafkahnya bahkan juga rumah beserta isinya. Bahkan diantara
mereka ada yang harus merelakan saudaranya bahkan dirinya sendiri untuk
dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) karena tekanan psikologis yang begitu
berat akibat malapetaka lumpur Lapindo.
Bukan hanya itu rartusan bahkan ribuan anak-anak di kawasan Porong juga dikabarkan tengah terancam menjadi generasi pesakitan akibat racun yang ada di dalam lumpur atau di udara akibat dari semburan lumpur Lapindo. Sebuah generasi cacat
Akankah sang pengantin pasangan Adinda Bakrie juga merasakan kesedihan, kepiluan , tangisan dan jeritan para korban Lapindo di Porong? Atau apakah kecintaannya terhadap pasangannya telah membutakan mata dan hatinya terhadap penderitaan warga Porong akibat semburan lumpur Lapindo? Akankah kemewahan pesta senilai Rp. 2 digit miliar itu lebih berharga daripada ribuan bahkan jutaan warga Porong yang telah dihinakan, dihilangkan nafkahnya dan dirampas hak-haknya akibat semburan lumpur laknat Lapindo? Serangkaian pertanyaan tersebut sejatinya menjadi ujian bagi keberadaan akal sehat dan nurani kita sebagai manusia .
Akhirnya untuk Adinda Bakrie ..
Selamat menempuh hidup baru!
Semoga suatu saat nanti, entah di dunia atau di akherat kelak engkau dapat merasakan pula perihnya kehidupan yang saat ini sedang dialamai oleh para korban lumpur laknat Lapindo di Porong Sidoarjo, Jawa Timur
Amien!
dari : www.berantaslapindo.wordpress.com
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|








ini adalah ide paling hina dan paling...
buku yang mewakili jeritan dan cerita...
Emang siapa Ical Bakri,lawan kalau ya...