Portal Korban Lapindo

... menyajikan fakta lapangan dan memperjuangkan hak-hak korban

Friday
Jul 30th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Bakrie = Lapindo

E-mail Print PDF

Dalam banyak kesempatan, Aburizal Bakrie sering menyatakan bahwa dia tidak ada kaitannya dengan masalah Lapindo. Bahwa posisinya sebagai pengusaha sudah dilepaskan ketika dia sudah berhenti sebagai menteri di kabinet presiden SBY. Faktanya, dua tahun perjalanan tragedi Lapindo ini justru menunjukkan bahwa, Bakrie sebenarnya terkait sangat erat dengan masalah Lapindo. Berikut fakta-faktanya :

Menko Kesra = Pemilik Lapindo

Sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Bakrie mestinya bertanggung jawab menangani semua kejadian bencana Indonesia, baik bencana alam maupun akibat bencana industri seperti kasus lumpur Lapindo. Nyatanya sejak awal semburan terjadi, tidak sekalipun Bakrie menginjakkan kakinya di Porong. Sekali-kalinya datang ke Sidoarjo, dia hanya nangkring di Juanda. Alasannya apa? Simpulin sendiri.

Berkali-kali sebagai Menko Kesra, Bakrie mengeluarkan pernyataan dan komentar yang sangat tidak relevan dengan jabatannya. Luar biasanya, pernyataan tersebut kemudian juga diulangi secara konsisten oleh pihak Lapindo melalui Yuniwati Teryana. Demikian juga isi website menko kesra, yang apabila memuat berbagai pernyataan terkait dengan masalah Lapindo, hampir sama dan identik sikap Lapindo. Dalam posisi sebagai seorang menteri, dia seharusnya membela korban lapindo. Alih-alih, berbagai komentar dan pernyataan Bakrie jelas sangat memihak dan mewakili seorang pemilik perusahaan yang tengah membela diri dan bertindak defensif karena mungkin secara tidak sadar, memang merasa bahwa Lapindo jelas bersalah. Alasannya apa? Simpulin lagi sendiri.

Grup Bakrie = Lapindo

Berbagai opini dilakukan untuk mencoba melepaskan Bakrie Brothers dari kaitan langsung dengan Lapindo. Tetapi berbagai tindakan dari Grup Bakrie sendiri meneguhkan bahwa Lapindo adalah bagian sah dari Grup Bakrie, dan Bakrie terlibat langsung dalam urusan lumpur Lapindo.

Yang dari awal melakukan kesalahan dan dituntut untuk bertanggungjawab akibat semburan lumpur adalah Lapindo. Tetapi dalam penanganannya, tidak hanya di level Energi Mega Persada yang terlibat, namun juga Grup Bakrie. Menurut Perpres, yang harus mengganti kerugian warga adalah Lapindo selaku perusahaan. Tetapi karena Lapindo dirasa tidak mampu, akhirnya mereka membuat perusahaan baru yang bernama Minarak Lapindo Jaya. Apa hubungannya MLJ ini dengan Lapindo atau EMP? Tidak ada. MLJ berada langsung dibawah Grup Bakrie.

Meskipun yang bertanggungjawab adalah Lapindo, dan Lapindo dibawah EMP, tetapi tahun 2007 tidak sepeserpun uang yang dikeluarkan oleh EMP untuk biaya mengatasi lumpur (bahkan pemegang 50 persen saham Lapindo tersebut tahun itu mencatat keuntungan). Lalu darimana pengeluaran berbagai biaya tersebut berasal? Lapindo bukan perusahaan terbuka, MLJ bukan perusahaan terbuka, dan EMP tidak mencatat pengeluaran. Jadi darimana lagi kalau tidak dari keuangan Grup?

Pertanyaanya, kalau mereka yakin tidak bersalah, mengapa mereka mau mengeluarkan uang sebanyak itu? Karena baik hati? Karena peduli? Tetapi kalau mereka benar-benar peduli, kenapa Bakrie tidak mau menyelesaikan hak warga secara adil dan menuntaskan semburan lumpur? Sebab andai saja Bakrie memang berniat membantu warga, dan menghentikan semburan lumpur, dana yang diperlukan tidak akan lebih dari 10 persen dari nilai kekayaan pribadi Aburizal Bakrie. Tapi, kenapa itu tidak dilakukan?

***

Merangkai semua fakta diatas, maka hanya satu kesimpulan yang bisa ditarik. Sebagai pemain pemain bisnis ulung, Bakrie tahu benar bagaimana meminimkan pengeluaran, sekaligus tahu benar bahwa Sidoarjo akan bisa dieksploitasi untuk pengembangan bisnisnya. Lapindo terkait langsung dengan Bakrie. Lapindo adalah kendaraan Bakrie untuk meraup keuntungan di masa depan dari kekayaan minyak dan gas maupun bisnis properti di Sidoarjo.

Meskipun orang bisa berdebat bahwa Lapindo tidak sengaja menyebabkan semburan lumpur, pengusaha jeli seperti Bakrie tidak akan gagal menangkap peluang, bahwa lumpur Lapindo ini adalah seperti fenomena kebakaran pasar tradisional. Dia mungkin bukan pelaku pembakaran, atau sama sekali tidak berniat untuk membakar. Tetapi dia tahu persis, bahwa membiarkan pasar terbakar, akan jauh lebih menguntungkan dibanding memadamkannya.

Dan sebagai investor yang jitu, betapapun kita orang waras akan menganggap perilaku itu sangat bejat, Bakrie tahu untuk memanfaatkan bencana itu. Lapindo adalah Bakrie, Bakrie adalah Lapindo. Silahkan siapapun, dari Bakrie sekalipun, membantah kesimpulan diatas. Tetapi argumen ini tidak akan bisa dikalahkan. Kalau tidak ada motivasi bisnis dibalik bencana Lapindo, ganti kerugian korban, lalu kembalikan lagi hak atas tanah dan bangunan mereka.


 

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Arif  - Keuangan Lapindo Brantas   |2008-07-04 00:36:53
hanya orang bodoh lah yang percaya bakrie tidak terlibat dalam kasus
lapindo....lalu milik siapa perusahaan itu dan hanya orang bodoh lah yang
percaya lapindo brantas tidak punya uang alias bangkrut....buktinya perputaran
uang atw transaksi di CITY BANK atas nama PT.LAPINDO BRANTAS mencapai puluhan
milyar setiap harinya.......itu sudah menjadi rahasia umum antara karyawan bank
tersebut, cuma sayang pihak bank tidak bersedia memberikan transaksi
tersebut....
korbanlapindo  - re: Keuangan Lapindo Brantas   |2008-07-05 09:21:33
Arif wrote:
....buktinya perputaran uang atw transaksi di CITY BANK atas nama
PT.LAPINDO BRANTAS mencapai puluhan milyar setiap harinya......


Bung Arif, kalau anda ada akses info soal ini, akan sangat berguna bagi
korban. Bisa di share ke saya?
Ridwan Nyak Baik     |2008-07-04 03:36:59
Lapindo case's a human error not cause of the earth quake
korbanlapindo  - re:   |2008-07-05 09:32:19
Ridwan Nyak Baik wrote:
Lapindo case's a human error not cause of the earth quake


Setuju sekali bung RNB. Ada artikel bagus dari bung RDP yang njlentrehne
masalah ini di
sini :
http://rovicky.wordpress.com/2008/06/29/lusi-lag i-gempa-watuko
sek/
mei  - ngapain didengar   |2008-07-04 08:56:25
bohong2an Bakrie seperti itu ga usah didengar. hanya orang bodoh yang
menanggapi... ngapain sia2 kan tenaga untuk berkomentar dengan perkataan ICAL
yang jelas2 tanpa hati dan otak. biarin aja. anjing menggonggong,kafilah
berlalu. terjang aja jalur hukum bawa Davies danorang2 cerdas lainnya.... nanti
si anjing terkulai ga bisa gonggong lagi... ngik.. ngik....masuk sel
deh

okay....so semangat yang ceria .. jangan liat si ICAL ..botaknya juga makin
mengkilap kalo ditanggapi.. biar aja nanti gelap sendiri. udah ga bisa ada
rambut juga...ketakutan banget dia duitnya bakal kabur..
korbanlapindo  - re: ngapain didengar   |2008-07-05 09:34:16
mei wrote:
biarin aja. anjing menggonggong,kafilah berlalu. terjang aja jalur hukum
bawa Davies danorang2 cerdas lainnya.... nanti si anjing terkulai
ga bisa gonggong lagi... ngik.. ngik....masuk sel deh


Lha kalau ada yang tetap mempertahankan si anjing jadi menteri, namanya
apa ya?
Nagabonar   |2008-07-05 03:46:22
Jangan lupa jengkol juga memiliki saham di lapindo. Jual/menjual perusahaan ini
dulunya untuk menghilangkan jejak JengKol
korbanlapindo  - re:   |2008-07-05 09:35:17
Nagabonar wrote:
Jangan lupa jengkol juga memiliki saham di lapindo. Jual/menjual perusahaan
ini dulunya untuk menghilangkan jejak JengKol


Bung Nagabonar, saya juga sering dengar selentingan ini, tapi saya tidak
ada data sama sekali. Kalau anda ada, mbok di share?
Nagabonar   |2008-07-05 09:58:29
mei, pada awal2 semburan koran jawapos pernah memuat laporannya, siapa2 saja
pemilik saham disana, sayang korannya tidak saya simpan. Data2 di internet
sekarang bersih semua. Sebersih berita di koran.
Saya ada link foto2 keadaan
sebenarnya disana, foto2 yang tidak mungkin dimuat di
media.
http://photojournalist.wordpress.com/2007/0
4/12/bencana-di-porong-sebuah-tragedi-kemanusiaan-
2/
http://photojournalist.wordpress.com/2007/11/12
/bencana-di-porong-suara-mereka/
http://photojourn
alist.wordpress.com/2007/04/12/bencana-di-porong-s ebuah-tragedi-kemanusiaan-1/

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Friday, 01 August 2008 04:04 )  

Foto

Rekaman Video - Aku Mau Pulang

Info Donasi

Ingin mendukung "Aksi Seribu Rupiah"? Lihat di sini..


Selasa, 20 Juli 2010, sejumlah 24 anak korban Lapindo telah menerima donasi publik untuk biaya pendidikan selama satu tahun. Lihat daftar penerima di sini.


Jum'at, 16 Juli 2010, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 52.110.675.


Rabu, 14 Juli 2010, 12.30, donasi yang terkumpul sebesar Rp. 50.560.675.


Selasa, 13 Juli 2010, 06:15:34, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp. 35.110.675.

Kanal Radio

Sekolah Darurat Tergusur Lumpur

Komentar

Statistik

Members : 67
Content : 612
Web Links : 22
Content View Hits : 456444

Pengunjung

We have 15 guests online