Portal Korban Lapindo

... menyajikan fakta lapangan dan memperjuangkan hak-hak korban

Friday
Jul 30th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Suara hati Perempuan Korban Lapindo

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Suara hati Kaminah, korban Lapindo dari desa Renokenongo yang terharu mengetahui anaknya menulis puisi yang menusuk hati.

===

Sembilan bulan sepuluh hari aku mengandung anakku, tanpa pernah mengeluh meski segala rintangan slalu ada di depankku.

Tanpa mengenal rasa sakit derita ketika aku melahikannya. Karena rasa itu terbayar dengan sosok bayi mungil nan lucu tanpa dosa.

Tanpa terasa ,hari, bulan, tahun terlewati. Bayi mungilku jadi sosok anak yang manis dan ceria. Sampai akhirnya bencana itu terjadi.

Perubahan itu terjadi, sosoknya yang manis beruba 100%. Dan tanpa aku sadari sebuah Cerita tertulis di selembar kertas mewakili isi hatinya.

 

H A T I K U


LUMPUR PANAS TIADA HENTI
RUMAHKUPUN TINGGAL KENANGAN
SEKOLAHKU TIADA TENTU
HIDUPKU SERASA MENGAMBANG
KEMANA AKU HARUS MEMINTA
HAK HIDUPKU YANG TIADA GUNA
YANG BERKUASA HANYA SEKEDAR MENYAPA
TUK MEMBUAT HATI GEMBIRA

AKU TAK BISA APA
BERONTAK TAK BISA
DIAMPUN JUGA TAK BISA
PERNAHKAH MEREKA MERASA

BETAPA SUSAH JADI ORANG JELATA
SEMUA HARUS BERUSAHA
DENGAN KERINGAT YANG TAK TERHINGGA
KADANG AKU BERTANYA

APA SALAH KEDUA ORANG TUAKU
HINGGA HARUS HIDUP DIALAM SEMU
SEMUA SEMU TIADA NYATA
MENUNGGU, MENUNGGU DAN MENUNGGU

TANPA ADA KATA-KATA
" KAMU HARUS TUNGGU SAMPAI DIDEPAN PINTU "
 AKU TAK BISA APA
MELIHAT MEREKA PORAK-PORANDA

TUHAN.....
HANYA PADAMU AKU BERSIMPUH
MEMOHON DENGAN KEKUATAMU
MEMBUKA HATI MREKA YANG MEMBEKU.


Sepenggal puisi yang mungkin bagi para ahli hanyalah karya biasa, tapi ini adalah bukti isi hati dari seorang anak yang merasakan
betapa hidupnya hancur. Pupusnya cita-cita dan masa depan akibat dari perbuatan dari sebuah koorporasi.Tersiratkah dalam pikiran mereka
bahwa anak-anak yang memiliki masa depan cerah tiba-tiba hancur.Memang MEREKA terlahir dari keluarga yang serba WAH. Jadi MEREKA tidak akan pernah
tahu rasa sakit jadi rakyat dan orang jelata. Banyak masalah yang masih belum diselesaikan oleh keluarga BAKRIE. Tapi ironisnya MEREKA bersenang-senang
dengan pesta milyaran rupiah, tanpa rasa malu mereka menyunggingkan senyum diatas derita kami.

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Foto

Rekaman Video - Aku Mau Pulang

Info Donasi

Ingin mendukung "Aksi Seribu Rupiah"? Lihat di sini..


Selasa, 20 Juli 2010, sejumlah 24 anak korban Lapindo telah menerima donasi publik untuk biaya pendidikan selama satu tahun. Lihat daftar penerima di sini.


Jum'at, 16 Juli 2010, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 52.110.675.


Rabu, 14 Juli 2010, 12.30, donasi yang terkumpul sebesar Rp. 50.560.675.


Selasa, 13 Juli 2010, 06:15:34, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp. 35.110.675.

Kanal Radio

Sekolah Darurat Tergusur Lumpur

Komentar

Statistik

Members : 67
Content : 612
Web Links : 22
Content View Hits : 456420

Pengunjung

We have 14 guests online