Ketinggian lumpur Lapindo makin meningkat seiring tingginya curah hujan. Kondisi pabrik rotan di wilayah Desa Ketapang, misalnya, kian hari kian terendam. Diperkirakan, beberapa hari ke depan, atap pabrik ini sudah tidak kelihatan. Warga yang tinggal di sekeliling tanggul resah. Tanggul penahan lumpur setiap saat bisa jebol.
BPLS menyatakan telah berupaya meninggikan tanggul menghindari ambrol, juga mengalirkan air lumpur ke sungai. Alat-alat berat diturunkan. Hingga kini, ketinggian tanggul mencapai 11 meter. BPLS tidak memberikan informasi sejelas-jelasnya kepada warga mengenai daya tahan lumpur, tingkat bahaya, dan bagaimana menyelamatkan diri jika bahaya mengancam. BPLS hanya memasang papan-papan bahaya di bibir-bibir tanggul.
Terang saja, hal itu tak mengurangi kecemasan warga. Sejumlah warga, tak terkecuali saudara jauh yang datang dari luar kota, berupaya 'menenangkan' semburan dengan cara-cara magis. Sejumlah warga lainnya hanya memandangi lumpur, mengumpulkan serpihan ingatan tempat tinggal mereka. [fahmi]
| Comments |
|
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|








ini adalah ide paling hina dan paling...
buku yang mewakili jeritan dan cerita...
Emang siapa Ical Bakri,lawan kalau ya...