
Uang seribu rupiah, bukanlah jumlah yang banyak dan juga tidak sedikit, apalagi buat anak-anak, terutama anak-anak korban lumpur Lapindo. Lumpur lapindo telah menenggelamkan rumah, sawah, sekolah dan tempat mencari nafkah orangtua mereka. Keceriaan dan masa depan mereka turut ditenggelamkan oleh lumpur Lapindo.
Mendekati tahun ajaran baru 2010/2011, 103 anak-anak korban Lapindo tidak menentu masa depannya, bahkan di antaranya ada yang telah putus sekolah karena orang tuanya tak mampu lagi membiayai pendidikan dan kehidupan mereka sehari-hari, semantara biaya sekolah terus naik. Sebagai korban, mereka tidak diperhatikan dan pemerintah maupun Lapindo hanya mengurus ganti rugi yang tak kunjung juga selesai. Ke-103 anak-anak korban Lapindo sebagian besar masih duduk dibangku SD. Pada tahun ajaran baru ini saja, setidaknya mereka membutuhkan Rp.43.644.500 untuk SPP, buku, seragam, ujian dan biaya bangunan/gedung sekolah.





ini adalah ide paling hina dan paling...
buku yang mewakili jeritan dan cerita...
Emang siapa Ical Bakri,lawan kalau ya...