SIDOARJO - Sebanyak 30 korban lumpur Lapindo asal Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jatim melakukan aksi demo di atas tanggul penampungan lumpur meminta pelunasan ganti rugi yang hingga saat ini belum terselesaikan.
Kepala Desa Kedungbendo, H Hasan, Sabtu, mengatakan, warga terpaksa melakukan aksi demo karena selama empat bulan terakhir belum ada kejelasan pelunasan.
"Kami tidak rela jika tanah yang digunakan penanggulan luapan lumpur tersebut belum ada kejelasan ganti ruginya," katanya.
Mereka menuntut supaya pengerjakan tanggul diatas lahan warga yang belum mendapatkan ganti rugi segera dihentikan jika proses pembayaran tidak segera dilakukan.
"Kami minta Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) tidak melakukan aksi penangggulan sebelum tanah warga di bayar," katanya.
Dalam aksi tersebut, para operator alat berat yang berada dilokasi pengerjakan tanggul langsung juga merespon dan menutup gorong selebar kurang lebih tiga meteran itu.
Warga menghentikan paksa alat berat untuk melakukan penanggulann sebagai bentuk akumulasi kekecewaan warga terkait belum lunasnya proses pembayaran ganti rugi.
Dirinya juga menuding jika BPLS telah melakukan tindakan sewenang-wenang untuk melakukan penanggulan karena sebelum ganti rugi diberikan tanah warga sudah di buat tanggul.
Selain itu, dirinya juga menunding bahwa Kepala BPLS Soenarso bersama staf-stafnya sebagai telah menjadi makelar pasokan sirtu yang digunakan untuk penanggulan.
Dari puluhan warga yang mengikuti aksi demo itu juga diikuti oleh salah satu tokoh desa Kedungbendo H Abdul Fatah. Abdul Fatah mengatakan bahwa masyarakat korban lumpur sudah sakit hati dengan Lapindo.
"Saat ini ada orang-orang Lapindo yang mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Sidoarjo dan saya harap orang tersebut tidak akan lolos karena sudah menyakiti hati orang banyak," katanya.
Sekali lagi dirinya mengatakan jika masyarakat korban lumpur mendoakan supaya bupati dari Lapindo tidak terpilih menjadi bupati karena sangat meresahkan warga.
Sementara itu, setelah melakukan demo warga juga menahan alat berat untuk menutup saluran pembangunan lumpur dari pon penampungan Desa Siring ke kolam penampungan Desa Kedungbendo karena ganti rugi belum beres. *
(c) Antara
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|






