Portal Korban Lapindo

... menyajikan fakta lapangan dan memperjuangkan hak-hak korban

Friday
Jul 30th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Warga Bukan Menghambat Pembangunan Tol

E-mail Print PDF

SIDOARJO - Puluhan warga di berbagai desa wilayah Kecamatan Porong, Sidoarjo, menolak menjual tanah mereka untuk proyek relokasi jalan tol Surabaya-Gempol. Hal itu dikarenakan warga tidak diberi hak ikut menentukan harga tanah mereka sendiri.

Warga tidak akan melepaskan tanah mereka kalau pemerintah tidak transparan mengenai hal ini. Purwo Edi (37 tahun), warga Desa Wunut Kecamatan Porong, mengatakan, warga yang masih mempertahankan tanah bukan bermaksud menghambat proyek pemerintah. Warga juga menolak disebut memanfaatkan keadaan untuk menjual mahal lahan mereka.

"Warga yang masih bertahan ingin ikut menentukan harga tanah mereka. Saya dan warga hanya minta transparansi pemerintah daerah tentang berapa harga sebenarnya yang ditentukan dari pusat," kata Edi saat ditemui di rumahnya.

Menurut Edi, penawaran pertama yang dilakukan pemerintah pada 2007 di Pendopo Kabupaten Sidoarjo adalah Rp60rb per meter untuk tanah sawah yang masih produktif. Karena semua warga menolak akhirnya tawaran meningkat menjadi Rp 103 ribu dan kemudian tawaran terakhir Rp 120 ribu per meter.

"Ya, akhirnya banyak yang yang setuju dengan tawaran terakhir. Itu pun dengan adanya intervensi dari aparat desa setempat. Tapi saya dan puluhan warga dari desa lain masih menolak dan bertahan," tambah Edi.

Hal senada juga diakui Kastawi (65 tahun), warga Desa Simo, Kecamatan Porong. Banyak warga Desa Simo masih menolak harga yang ditentukan pemerintah. Warga juga menduga adanya unsur KKN dalam proyek ini. Itu disebabkan berubah-ubahnya penawaran yang dilakukan pemerintah daerah dalam pembebasan tanah warga.

"Kalau warga tidak diberikan kebebasan menetukan harga tanahnya, harusnya tim penilai independen yang menentukan, bukan pemerintah," tandas Kastawi.(fahmi)

(c) Kanal News Room

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Sunday, 14 February 2010 04:49 )  

Foto

Rekaman Video - Aku Mau Pulang

Info Donasi

Ingin mendukung "Aksi Seribu Rupiah"? Lihat di sini..


Selasa, 20 Juli 2010, sejumlah 24 anak korban Lapindo telah menerima donasi publik untuk biaya pendidikan selama satu tahun. Lihat daftar penerima di sini.


Jum'at, 16 Juli 2010, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 52.110.675.


Rabu, 14 Juli 2010, 12.30, donasi yang terkumpul sebesar Rp. 50.560.675.


Selasa, 13 Juli 2010, 06:15:34, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp. 35.110.675.

Kanal Radio

Sekolah Darurat Tergusur Lumpur

Komentar

Statistik

Members : 67
Content : 612
Web Links : 22
Content View Hits : 456411

Pengunjung

We have 14 guests online