SIDOARJO - Sawah yang dulu menjadi sumber pendapatan sebagian warga Desa Pologunting, Kec Tanggulangin, Sidoarjo, kini tidak lagi bisa ditanami. Hal tersebut dikarenakan beberapa sungai kecil yang mengalir ke sawah mereka sudah menjadi kolam penampungan lumpur Lapindo. Kini warga terpaksa meminta sumbangan kepada para pemakai jalan (portal) yang melewati desa mereka.
Menurut Sumarti (39 tahun), salah satu warga Desa Pologunting, Warga meminta sumbangan dari pengguna jalan karena desa mereka bukan jalan raya. Sebenarnya warga juga terganggu dengan debu dan bising kendaraan yang melewati desa mereka.
"Kalau sawah kami masih bisa ditanami, kami tidak akan turun ke jalan meminta-minta seperti ini. Jadi ini kami lakukan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari," terang Sumarti.
Hal serupa juga diakui oleh Malika (40 tahun). Ia tidak peduli dengan panas dan asap kendaraan. Wanita itu hanya ingin tetap mendapatkan pemasukan walau caranya sedikit mengganggu pengguna jalan.
Terdapat 'portal' di setiap tikungan desa-desa yang menjadi jalur alternatif. Warga Pologunting akan tetap meminta sumbangan ke pengguna jalan yang melewati jalan desa mereka. Dengan usia mereka yang tidak muda lagi, mereka beranggapan bahwa sulit untuk mencari pekerjaan lain baru. Sawah yang tidak bisa ditanami lagi oleh warga hanya diberi gagal panen satu kali, dan itu pun dua tahun lalu. (fahmi)
(c) Kanal News Room
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|








Kasihan para petani bandeng itu, semo...
Salam, Saya sedih dengan tulisan ini...
ini terjadi karena ulah lapendos... ...
saya melihat, ada pihak yang diuntung...
Melihat kondisi seperti ini kita bena...