Portal Korban Lapindo

Saturday
Sep 11th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Duh Tanah di Porong Ambles 60 Sentimeter

E-mail Print PDF

SURABAYA,  — Berdasarkan penelitian Tim Kajian Kelayakan Pemukiman, sejak bulan Desember 2009 hingga Maret 2010, tanah di sebelah barat tanggul penahan lumpur Lapindo, Porong, ambles hingga 60 sentimeter. Penurunan permukaan tanah terjadi mulai dari bekas Jembatan Tol Porong-Gempol hingga Pasar Porong, Sidoarjo.

Demikian diungkapkan Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jatim, Chairul Djaelani, Jumat (23/4/2010) di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya.

"Selain di sebelah barat tanggul, penurunan permukaan tanah juga terjadi di daerah Pamotan, Porong, Sidoarjo, dengan tingkat penurunan permukaan tanah 10 sentimeter. Hasil penelitian ini disampaikan secara lisan oleh Tim Kajian Kelayakan Permukiman atau TKKP," ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu, menurut Chairul, kawasan sebelah barat tanggul penahan lumpur Lapindo cukup membahayakan untuk bangunan atau gedung karena struktur tanah di sekitarnya tidak stabil.

Selain kondisi penurunan permukaan tanah, situasi lain yang membahayakan di kawasan ini adalah munculnya sejumlah semburan gas.

"Muncul semburan gas yang mudah terbakar dalam jumlah besar atau adanya patahan-patahan tanah di sekitar lokasi. Situasi ini cukup membahayakan untuk bangunan. Namun karena penurunan tanah berlangsung merata, maka untuk jalan raya belum terlihat mengkhawatirkan," ucapnya.

Kini, Pemprov Jatim masih menunggu laporan tertulis resmi dari TKKP yang rencananya akan dikirim hari Jumat ini. Selain itu, Pemprov Jatim juga masih menunggu hasil penyelidikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk meneliti struktur bawah tanah kawasan sekitar lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo.

"Kami berharap surat resmi hasil penyelidikan segera dikirim ke Pemprov Jatim. Setelah kami menerima hasil penyelidikan, kebijakan apakah Jalan Raya Porong perlu ditutup atau tidak baru bisa diputuskan," kata Chairul Djaelani (Aloysius Budi Kurniawan)

(c) KOMPAS.com

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Friday, 23 April 2010 10:18 )  

Info Donasi

Ingin mendukung "Aksi Seribu Rupiah"? Lihat di sini..


Senin, 2 Agustus 2010, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 60.248.475.


Selasa, 20 Juli 2010, sejumlah 24 anak korban Lapindo telah menerima donasi publik untuk biaya pendidikan selama satu tahun. Lihat daftar penerima di sini.


Jum'at, 16 Juli 2010, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 52.110.675.


Rabu, 14 Juli 2010, 12.30, donasi yang terkumpul sebesar Rp. 50.560.675.


Selasa, 13 Juli 2010, 06:15:34, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp. 35.110.675.

Statistik

Members : 67
Content : 651
Web Links : 22
Content View Hits : 475719

Pengunjung

We have 17 guests online