Portal Korban Lapindo

... menyajikan fakta lapangan dan memperjuangkan hak-hak korban

Friday
Jul 30th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Awas ! Jalan Raya Porong Terus Ambles

E-mail Print PDF

suarasurabaya.net PORONG, 19 Januari 2010 - Penurunan tanah (subsidence) di wilayah terdampak lumpur selama tiga bulan terakhir menyebabkan arus lumpur terus mengalir dari pusat semburan ke arah Barat dan Utara. Sementara itu tanggul-tanggul di bagian Barat berbatasan dengan Jl. Raya Porong, elevasi lumpur terus meningkat, sedangkan tanggul-tanggul di Utara belum sepenuhnya sempurna untuk menahan lumpur.

Inilah yang membuat Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BP BPLS) memberlakukan siaga merah di sana bersamaan dengan meningkatnya curah hujan.

Hasil Monitoring Pengukuran Geodetik kawasan terdampak lumpur bulan Oktober-Desember 2009 menyebutkan adanya penurunan tanah signifikan sepanjang 1 km Jalan Raya Porong mulai dari Rumah Makan Porong sampai Desa Ketapang.

RIKO ADITYA analis pemantauan geohazard BP BPLS pada suarasurabaya.net, Selasa (19/01) menjelaskan dari 1 km jalur penurunan tanah yang signifikan itu, titik yang paling parah ada di sekitar bekas Jembatan Tol Porong atau yang biasa disebut masyarakat sekitar sebagai tol buntung.

“Di sana, penurunan tanahnya mencapai 16 meter hasil survey bukan Oktober sampai Desember 2009. Daerah lain sepanjang jalur itu juga mengalami penurunan, tapi tidak signifikan,” kata RIKO.

Selain terjadi penurunan tanah, lanjut dia, ada juga fenomena kenaikan permukaaan tanah maksimal sampai 3 cm selama waktu survey, yakni di sekitar Desa Gempolsari dan Besuki.

Fenomena ini, kata RIKO memang lazim terjadi dalam daerah yang mengalami fluktuasi seperti di Porong. Jika ada daerah yang menurun karena adanya tekanan berat lumpur, maka ada titik lain yang terangkat.

Hingga kini BP BPLS masih belum bisa memperkirakan sampai kapan penurunan tanah itu terjadi dan menjangkau wilayah mana saja karena perlu dilakukan penelitian yang konsisten dan menyeluruh. “Padahal untuk meletakkan alatnya saja sulitnya bukan main karena bisa hilang atau tersenggol dump truk dan alat berat,” kata dia. EDDY PRASETYO
(c) suarasurabaya.net

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Friday, 22 January 2010 05:20 )  

Foto

Rekaman Video - Aku Mau Pulang

Info Donasi

Ingin mendukung "Aksi Seribu Rupiah"? Lihat di sini..


Selasa, 20 Juli 2010, sejumlah 24 anak korban Lapindo telah menerima donasi publik untuk biaya pendidikan selama satu tahun. Lihat daftar penerima di sini.


Jum'at, 16 Juli 2010, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 52.110.675.


Rabu, 14 Juli 2010, 12.30, donasi yang terkumpul sebesar Rp. 50.560.675.


Selasa, 13 Juli 2010, 06:15:34, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp. 35.110.675.

Kanal Radio

Sekolah Darurat Tergusur Lumpur

Komentar

Statistik

Members : 67
Content : 612
Web Links : 22
Content View Hits : 456422

Pengunjung

We have 14 guests online