Selama ini tidak banyak yang diketahui oleh
masyarakat luas, bahwa pembuangan lumpur ke Kali Porong bermasalah dan tidak
sesukses seperti apa yang direncanakan oleh pihak Lapindo Brantas Inc dan BPLS.
Permasalahan muncul saat saluran irigasi Sungai Brantas yang berasal dari
Mojokerto untuk pengairan sawah warga tercemar oleh luberan lumpur dari Kali
Porong. Luberan ini muncul karena gorong-gorong I yang ada di Desa Pejarakan
mengalami kerusakan, kemungkinan kerusakan ini disebabkan oleh endapan lumpur
di Kali Porong yang kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan. Endapan lumpur di
Kali Porong menyebabkan aliran sungai terganggu. Yang kemudian membuat alirannya
mandeg. Hal ini membuat warga Pejarakan sengsara, karena selain masalah
bocornya gorong-gorong, selama ini air sumur juga sudah tidak bisa dikonsumsi
warga. Desa-desa lain juga mengalami hal yang serupa.
Kebocoran ini diketahui oleh pihak Dinas
Pengairan pada tanggal 19 Agustus 2008. Informasi yang didapatkan dari pihak
Dinas Pengairan, "Apabila ini tidak segera diatasi, maka sawah-sawah warga
sepanjang aliran irigasi akan tercemar". Ketika ditanya mengenai tindakan BPLS
atas kejadian ini, pihak Dinas Pengairan mengatakan, "wah mas, kalo nunggu responnya pihak BPLS,
kebocoran ini malah nggak akan cepat diselesaikan. Ya lebih baik kita selesaikan
sendiri dengan tindakan cepat". Tiga hari setelah kejadian, usaha penutupan
sumber kebocoran irigasi baru dapat diselesaikan. Namun usaha penutupan ini
belum dapat menghilangkan kekhawatiran warga Pejarakan, karena tidak menutup
kemungkinan kejadian serupa akan terjadi lagi. [cek/tang]
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|








ini adalah ide paling hina dan paling...
buku yang mewakili jeritan dan cerita...
Emang siapa Ical Bakri,lawan kalau ya...