Portal Korban Lapindo

Saturday
Sep 11th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Luka Korban Lumpur, Pesta Mewah Keluarga Bakrie

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Gedang, Suara Porong – Pesta mewah pernikahan Adinda Bakrie, putri pemilik PT Lapindo Brantas Indra Usmansyah Bakrie, di ballroom Hotel Mulia, Jakarta, Jumat malam (26/7), ditanggapi pahit warga korban lumpur Lapindo. Pesta ini diberitakan menghabiskan dana 10 miliar rupiah.

Abadi Trisanto, Koordinator Presidium Posko Bersama Korban Lapindo, mengatakan, pernikahan besar-besaran itu menyakitkan hati korban semburan lumpur. “Ingat,” tandas Abadi, “ada 912 KK yang terlantar, belum terselesaikan pembayaran 20 persen tanah dan rumah mereka yang sudah tenggelam 2 tahun. Ada 13.000 KK belum tunai pembayaran 80 persen.” 

Pejabat yang hadir juga dinilai tidak peka terhadap penderitaan korban lumpur. “Belasan desa korban luar peta masih terlantar. Pejabat-pejabat ini harus bertanggung jawab,” tandasnya, Jumat (26/7) malam, seusai memimpin pertemuan di Posko Bersama Korban Lapindo, Desa Gedang, Porong, Sidoarjo.

Posko Bersama merupakan aliansi korban lumpur Lapindo dari seluruh desa terdampak, baik dari desa-desa dalam peta terdampak menurut Peraturan Presiden No 14 Tahun 2007 yang direvisi menjadi Peraturan Presiden No 48 Tahun 2008 maupun warga di luar peta terdampak.

Pada pertemuan malam itu, berkumpul warga korban dari paguyuban-paguyuban warga di dalam peta, meliputi Gerakan Pendukung Peraturan Presiden (Geppres), Paguyuban Warga Perum TAS I, Paguyuban Warga Pengontrak Perum TAS I, Besuki Korban Lumpur, dan warga di luar peta seperti Paguyuban Warga 9 Desa dan Paguyuban Warga Permisan.

Hari Suwandi, korban dari Kedungbendo, mengomentari kecut perhelatan mewah pernikahan Adinda Bakrie. “Janganlah Anda menari di atas luka korban Lumpur Lapindo,” tutur Hari. Hari adalah salah satu dari ribuan korban yang Agustus nanti akan tidak tahu lagi akan tinggal di mana sebab kontrak rumah habis. Padahal, menurut Hari, dengan dana pesta tersebut, tanah dan rumah ribuan warga korban bisa terbayar, sehingga mereka tidak terkatung-katung.

“Semoga Allah membalas kebahagiaan mempelai yang menari di atas penderitaan kami,” ujar Hari, pahit. [Tim Media]

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
mada  - Senjata     |2008-07-29 06:35:16
KALAU KATA-KATA SAJA TIDAK DAPAT MENYEHATKEN JIWA YANG KEBLINGER, SURUHLAH
SENJATA BERBICARA, SATU BAHASA YANG LEBIH KUAT LAGI. karno

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Foto

Rekaman Video - Aku Mau Pulang

Info Donasi

Ingin mendukung "Aksi Seribu Rupiah"? Lihat di sini..


Senin, 2 Agustus 2010, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 60.248.475.


Selasa, 20 Juli 2010, sejumlah 24 anak korban Lapindo telah menerima donasi publik untuk biaya pendidikan selama satu tahun. Lihat daftar penerima di sini.


Jum'at, 16 Juli 2010, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 52.110.675.


Rabu, 14 Juli 2010, 12.30, donasi yang terkumpul sebesar Rp. 50.560.675.


Selasa, 13 Juli 2010, 06:15:34, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp. 35.110.675.

Kanal Radio

Sekolah Darurat Tergusur Lumpur

Statistik

Members : 67
Content : 651
Web Links : 22
Content View Hits : 475699

Pengunjung

We have 11 guests online