Warga Kalidawir Tolak Welltest Lapindo

 

Sidoarjo – Sekitar 500 warga desa Kalidawir kecamatan Tanggulangin melakukan aksi menolak rencana Lapindo Brantas melakukan WELLTEST dan PEMBORAN di sumur Tanggulangin #5 yang tidak jauh dari pemukiman warga pada Senin(25/5).

Aksi ini dilakukan warga setelah mengetahui rencana PT Lapindo Brantas akan melakukan welltest di sumur Tanggulangin #5 yang terletak 50 meter dari pemukiman warga. Nur Yahya, salah satu tokoh warga mengatakan aksi penolakan ini sudah lama di lakukan warga, tapi PT Lapindo Brantas tetap nekat melakukan niatnya untuk melakukan pengeboran di wilayah Kalidawir.

“Sudah lama kami menolak rencana Lapindo melakukan pemboran di wilayah kami, kami takut terjadi semburan lumpur di Banjar Panji satu. Apapun rencana Lapindo, baik itu welltest atau apapun kami akan menolaknya”, ungkapnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Tuminah salah satu warga Kalidawir. Menurutnya keberadaan Lapindo di desa Kalidawir tidak pernah menguntungkan warga. “Sejak Lapindo mengebor di wilayah kami, sampai sekarang kami tidak pernah diuntungkan. Apalagi sejak adanya lumpur panas menyembur, kami disini menjadi was-was. Kami akan terus menolak, sampai Lapindo membatalkan recananya”, ungkapnya.

Sejak jam enam pagi, anak-anak dan ibu-ibu sudah berkumpul di jalan akses menuju sumur Tanggulangin #5 milik Lapindo Brantas, mereka membawa spanduk bertuliskan kecaman terhadap Lapindo dan penolakan rencana Lapindo mengebor di wilayah Kalidawir.

Sekitar pukul 09.15WIB Kepala desa yang dicurigai warga mendukung rencana Lapindo datang menemui warga. Di tengah – tengah masa Kepala Desa Kalidawir manyampaikan Ia telah mengirim surat kepada pihak Lapindo untuk menunda rencana welltest yang akan dilakukan hari ini.

“Saya sudah mengirimkan surat kepada pihak Lapindo untuk menunda welltest, dan kami berharap bapak-bapak dan ibu-ibu membubarkan diri dan mangakhiri aksi ini”, katanya di tengah-tengah aksi warga.

Setelah kepala desa menyampaikan penundaan rencana Lapindo melakukan welltest dan tidak ada tanda-tanda dilakukan welltest pada hari ini. Akhirnya warga membubarkan diri, dan mangancam akan menghadang jika sewaktu-waktu Lapindo melangsungkan niatnya.

“Seharusnya pak lurah dan pemerintah daerah mengirimkan surat Pembatalan rencana welltest ini, bukan penundaan. Yang jelas kami akan terus menolak rencana Lapindo melakukan pemboran di desa Kami”, kata Nur Yahya setelah warga membubarkan diri.(vik)

Tinggalkan komentar Anda:

Top
Translate »