Warga Tolak Sumur Baru Lapindo

Kepala Desa Banjarasri, Didik Fahruddin, ikut hadir memimpin aksi yang dikuti oleh kebanyakan kaum ibu itu. Didik menyatakan menolak secara tegas rencana Lapindo mengembangkan sumur minyak dan gas di Desa Banjarsari. Pasalnya, menurut Didik, selama keberadaan Lapindo di Desa Banjarasri, warga sekitar tidak pernah merasa diuntungkan. Warga yang tinggal di RT 1 dan RT 2 terutama, yang berdekatan dengan sumur gas, justru merasa sering dirugikan oleh kebisingan aktivitas sumur gas milik Lapindo itu.

“Kami menyatakan penolakan atas rencana Lapindo mengebor lagi di desa kami. Karena selama ini kami tidak pernah diuntungkan, bahkan warga kami merasa terganggu dengan aktivitas eksplorasi sumur Lapindo,” tandas Didik.

Lebih dari itu, warga juga masih trauma dengan kejadian semburan lumpur di sumur Banjarpanji 1, Desa Renokenonggo, Kecamatan Porong, yang menenggelamkan rumah dan tanah warga sejak 2006 silam. “Kami juga tidak mau kecerobohan pemboran di Banjar Panji 1 terulang lagi di wilayah kami. Kami akan berjuang keras menolak pemboran Lapindo, dan kami juga menolak aktivitas Lapindo di desa kami,” lanjut Didik dalam orasinya di tengah-tengah massa.

Khoiril Umam, salah satu kordinator aksi juga menyatakan hal senada. Warga tegas-tegas menolak rencana Lapindo melakukan pemboran lagi. Sebab, menurut Umam, selain Lapindo sendiri tidak melakukan sosialisasi ke warga, keberadaan sumur Lapindo di Desa Banjarasri pun juga mengancam keselamatan warga. Bayangkan, letak sumur Lapindo hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari rumah penduduk Desa Banjarasri.

“Kami sangat menolak rencana Lapindo melakukan pemboran lagi di desa kami. Karena kami tidak mau bernasib yang sama dengan warga yang sudah menjadi korban kecerobohan Lapindo di Desa Renokenongo itu. Keberadaan sumur Lapindo ini sangat mengancam keselamatan warga yang hanya berjalan 100 meter dari rumah penduduk,” ujar Umam.

Dalam aksi tersebut, warga juga menyegel pintu masuk sumur produksi Tanggulangin 1 milik Lapindo.

(c) Kanal News Room

Tinggalkan komentar Anda:

Top
Translate »