Diklaim Aman, Tanggul Jebol Lagi

SIDOARJO – Tanggul penahan lumpur Lapindo sisi Barat kembali ambrol pada Sabtu (19/02/2010), meski Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) beberapa kali mengklaim kondisi tanggul aman. Tanggul yang longsor kali ini terjadi antara titik 21 dan titik 22, persis tak jauh dari tanggul yang jebol sebelumnya (10/02/2010). Akibatnya, rel kereta api Surabaya-Blitar terganggu, dan Jalan Raya Porong terancam.

Humas BPLS Ahmad Khusairi mangatakan, tanggul yang longsor untuk kedua kalinya ini dikarenakan kondisi tanah yang menopang tanggul sangat labil. “Wilayah ini memang kondisinya tidak stabil. Ada pergerakan tanah di bawah. Selama lumpur masih keluar, berarti ada rongga di bawah dan mengakibatkan terjadinya pergeseran tanah,” ungkapnya. Sejauh ini, BPLS kerap mengatakan bronjong (batu dan kawat) akan mampu mencegah jebolnya tanggul.

“Sekuat apapun kontruksi tanggul, jika ada pergeseran tanah yang ada di bawah pasti tanggul yang di atasnya akan ambles ataupun ambrol,” tambahnya saat berada di tempat kejadiaan. Jebolnya tanggul kali ini berlangsung pada pukul 05.20 WIB. 

Menurut pihak BPLS, yang saat itu menurunkan dua alat berat, dibutuhkan sedikitnya sepekan untuk memperbaiki tanggul yang longsor itu. “Secepatnya akan kita lakukan pembenahan kembali tanggul. Bronjong yang ikut longsor kita ambil dahulu, dan kita kondisikan tanggul aman terlebih dahulu. Baru kita benahi tanggul yang longsor, tetap dengan bronjong. Kalau tidak hujan, kemungkinan seminggu tanggul sudah berhasil diperbaiki,” jelas Khusairi.

Akibat tanggul longsor dua kali di lokasi yang sama ini, perjalanan kereta api terganggu, meskipun tidak ada kereta yang ditunda keberangkatannya. Winarto, Humas PT Kereta Api Daerah Operasi (Daop) VIII Surabaya, saat dihubungi mangatakan, akan terus memantau kondisi tanggul. “Sampai saat ini, rel kereta api masih dalam kondisi aman. Dan kita akan terus memantau kondisi tanggul. Kecepatan kereta tetap 5 km/jam. Kita upayakan kereta tidak ada kendala,” ujarnya.

Longsornya tanggul ini membuat pengguna jalan harus ekstra waspada. Mereka khawatir jika sewaktu-waktu tanggul penahan lumpur mengalami jebol. Sementara, warga di sekitar tanggul berharap ada solusi yang sungguh-sungguh. “Saya berharap ada upaya untuk menghentikan luapan lumpur. Jika ditampung terus di kolam penampungan, saya yakin cepat atau lambat kondisi tanggul tidak mampu bertahan,” ungkap seorang warga yang sehari-hari mengais rejeki di sekitar tanggul. (vik)

(c) Kanal Newsroom

Tinggalkan komentar Anda:

Top
Translate »