Februari, Lahan Arteri Porong Harus Siap

“Februari nanti semua proses pembebasan lahan sudah harus rampung karena pada bulan tersebut pembangunan jalan arteri sudah harus dimulai,” kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo, di Surabaya, Kamis (20/1/2011) malam.

Ia mengaku mendapat perintah dari Wakil Presiden Boediono agar jalan arteri Porong-Kejapanan-Gempol itu sudah bisa dimanfaatkan untuk umum pada 17 Agustus 2011.

“Kami diberi waktu enam bulan untuk merealisasikan pembangunan jalan arteri itu. Dalam perhitungan kami, Februari sudah harus mulai dibangun sehingga pada 17 Agustus 2011 sudah bisa dimanfaatkan,” katanya saat ditemui di Gedung Negara Grahadi.

Sebelumnya, Soekarwo mengadakan pertemuan dengan pihak Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Bupati Sidoarjo, Wakil Bupati Pasuruan, dan sejumlah pejabat teras Pemprov Jatim untuk mematangkan rencana pembangunan jalan arteri itu.

Dalam rapat di Grahadi itu, gubernur mendapatkan penjelasan bahwa hingga saat ini lahan yang sudah dibebaskan mencapai 83,20 persen dari total kebutuhan lahan untuk jalan arteri seluas 123,77 hektare.

Lahan yang dibutuhkan itu tersebar di Kabupaten Sidoarjo seluas 99,62 hektare dan di Kabupaten Pasuruan seluas 21,70 hektare, ditambah cadangan lahan tersisa 2,45 hektare.

Lahan yang terbebaskan di Kabupaten Sidoarjo hingga kini sudah mencapai 89,64 persen, sedangkan di Kabupaten Pasuruan baru mencapai 50,11 persen.

“Untuk di Kabupaten Sidoarjo, bupatinya sudah siap melakukan konsinyasi, sedangkan di Kabupaten Pasuruan, kami meminta agar wabup terus melakukan pendekatan dengan warga,” kata gubernur.

Jalan arteri Porong-Kejapanan-Gempol sangat diperlukan untuk mengatasi kemacetan di Jalan Raya Porong sebagai jalur utama yang menghubungkan Surabaya dengan Malang dan Pasuruan.

Selain jalan arteri, pemerintah juga mengupayakan relokasi jalan tol ruas Porong-Gempol akibat jalan tol lama terdampak semburan lumpur panas PT Lapindo Brantas sejak 2006.

(c) Kompas

Top
Translate »