Semburan Gas Liar Kembali Meneror Warga

SIDOARJO – Semburan lumpur dan gas liar lagi-lagi bermunculan serentak di sejumlah titik di sekitar kawasan lumpur Lapindo. Setelah menyembur di rumah warga Desa Mindi, Porong, Kamis lalu (23/9/2010), kali ini semburan lumpur dan gas muncul di belakang sebelah timur gedung SDN Pejarakan, di tiga titik sekaligus. Semburan juga timbul di persawahan Desa Besuki Timur, Jabon.

Semburan lumpur dan gas di persawahan Desa Besuki Timur pertama kali diketahui Satpam yang sehari-hari bertugas di tanggul 42, pada Jumat malam (24/09/2010) sekitar pukul 19.30. Salah satu warga Besuki menceritakan, awalnya bau gas menyebar dan tidak berselang lama lumpur menyembur secara tiba-tiba.

“Lumpur menyembur mencapai ketinggian sekitar 1 meter, dan semakin lama semakin membesar,” cerita Selamet, salah satu warga Besuki Timur yang menyaksikan semburan baru tersebut.

Semburan yang tidak jauh dari warung milik Mariati itu sempat membuat takut pemilik warung yang biasa berjualan nasi. Mariati sempat mengungsikan barang-barangnya.

Warga Desa Besuki juga menghawatirkan kalau semburan lumpur yang keluar di sebelah timur bekas Jalan Tol Surabaya-Gempol ini akan menenggelamkan desa. “Kalau semakin lama semakin besar kami takut semburan itu bisa menengggelamkan desa kami,” kata salah satu warga Besuki Timur yang enggan disebutkan namanya.

Ahmad Zulkarnain, Kepala Humas Badan Penangulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), menyatakan, semburan yang berdiameter sekitar 4 sampai 5 meter ini tidak tidak akan membesar. “Semburan yang muncul ini akan mengecil sendiri seminggu sampai sebulan. Apalagi semburan ini muncul di ruang terbuka. Gas yang ikut keluar tidak akan terperangkap dan kecil kemungkinan akan terbakar,” kata Zulkaranin.

BPLS akan tetap melakukan monitoring jika lumpur semakin membesar.“Kami akan melakukan monitoring. Jika semakin membesar kita akan melakukan penanganan lebih lanjut. Tapi biasanya semburan yang mengeluarkan material pasir dan gas ini akan mengecil dengan sendirinya,” tambah Zulkarnain saat dihubungi lewat telepon. (vik)

 

(c) Kanal Newsroom

Top
Translate »