SBY Berkunjung, UN Korban Lapindo Memprihatinkan

SIDOARJO – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Berserta rombongan akhirnya jadi datang mengunjungi luapan Lumpur Lapindo. Turut serta dalam rombongan antara lain adalah Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Polkam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Mendiknas M. Nuh, Menbudpar Jero Wacik, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, dan Mendagri Gamawan Fauzi.

Selain itu, Menteri pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Juru Bicara kepresidenan Julian A Pasha dan Dino Patti Djalal beserta putra bungsu presiden yang juga anggota Komisi I DPR Edhie Baskoro turut pula hadir mendampingi. Presiden SBY dalam lawatannya ke pusat semburan Lumpur Lapindo ini tidak disertai dialog dengan korban. Sedangkan warga sangat mengharapkan presiden datang ke Porong lebih memperhatikan penderitaan korban yang sudah 4 (empat) tahun menderita. “Seharusnya Presiden ke sini lebih melihat warga korban yang sekarang menderita, bukan untuk melihat semburan lumpur,” tegas Sanetro salah satu korban yang belum terbayar sisa pembayaran 80 persennya.

Selain Sanetro, hal senada juga dituturkan Ketua RT 3 RW 1 Desa Siring Barat, Gandu Suyanto. Ia meminta Presiden Yudhoyono, setidaknya, meluangkan waktu berdialog dengan warga korban lumpur. Menurut dia, sebagai pemimpin yang dipilih oleh rakyat, Presiden harus terbuka dan memperjuangkan hak warga untuk mendapatkan ganti rugi.

Ditengah-tengah kunjungan Persiden di pusat semburan Lumpur Lapindo, anak-anak korban yang duduk dibangku SMP justru sedang sibuk mengikuti Ujian Nasional. Madrasah Tsanawiah Khalid bin Walid misalnya salah satu sekolah yang telah tenggelam oleh Lumpur Lapindo ini harus melaksanakan Ujian Nasional di bekas toko bangunan yang ada di desa Glagah Arum, Tanggulangin. Selain Madrasah Tsanawiah Khalid bin Walid, SMP Negeri 2 Porong juga harus menebeng di SMU Negeri 1 Porong untuk melaksanakan Ujian Nasional. “Seharusnya SBY dalam kunjungannya menyempatkan diri mengunjungi kami, anak-anak korban yang sedang mengikuti Ujian dengan menebeng di gedung sekolah lain. Karena sampai saat ini gedung kami belum selesai dibangun” Tegas Hisam Siswa SMP Negeri 2 Porong.

Selain SMP Negeri 2 Porong, MTs Abil Hasan Assadzili Jatirejo juga mengikuti ujian dengan mempergunakan gedung MTs Nurul Huda, Kedung Boto Porong. Sugiono selaku kepala sekolah menyampaikan setidaknya SBY juga memperhatikan pendidikan anak-anak korban yang sudah 4 (emapat) tahun terbengkalai. Setidaknya ada sekitar 33 bangunan sekolah tenggelam, terdiri dari 9 TK/RA, 15 SD/MI, 5 SMP/MTs, dan 4 MA/SMK, plus dua pondok pesantren. Selain SMP 2 Porong, semua tidak mendapatkan penanganan serius hingga saat ini. Hampir semua akhirnya menempati bangunan-bangunan darurat. Mungkin juga tak layak disebut bangunan sekolah. (novik)

(c) Kanal News Room

Top
Translate »