Desa Siring Mulai Dikosongkan

Evakuasi perabotan rumah warga dibantu sekitar 100 personel Satuan Samapta Kepolisian Resor Sidoarjo dan personel Komando Distrik Militer Sidoarjo.

”Kondisi Siring makin berbahaya dan sangat tidak layak huni. Aset rumah dan tanah akan kami pikirkan kemudian karena keselamatan jiwa warga lebih penting,” kata Ketua RT 03 RW 01 Desa Siring Gandu Suyanto.

Kepala Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain mengatakan, rongga di bawah permukaan tanah yang menyebabkan rumah Okky ambles pada Selasa lalu bersifat lokal. Rongga itu diduga tak akan melebar atau menjalar ke wilayah lain. Namun, ada kemungkinan banyak terdapat rongga di bawah permukaan tanah di Desa Siring yang belum diketahui.

”Kami kesulitan memetakan lokasi mana saja yang terdapat rongga sehingga rawan ambles. Peralatan milik BPLS, yakni ground penetrating radar (alat pemantau kondisi di bawah permukaan tanah), hanya mampu menjangkau hingga kedalaman 100 meter,” ujar Zulkarnain.

Siring terdapat 33 titik semburan gas dan lima titik di antaranya mengeluarkan lumpur. Dinding 20 rumah di desa itu retak dan berpotensi ambruk.

Bupati Sidoarjo Win Hendrarso mengatakan, dalam waktu dekat, bantuan sosial bagi warga Siring akan segera dicairkan. Namun, pemerintah tak merencanakan relokasi warga secara keseluruhan. Pemerintah hanya menyediakan uang evakuasi, uang kontrak rumah selama setahun, dan uang jatah hidup per bulan selama enam bulan.

Anggota DPRD Jatim, Mohammad Mirdasy, Rabu di Surabaya, mendesak pemerintah pusat agar segera bertindak serius menyikapi semakin parahnya kondisi Desa Siring. Pemerintah segera merelokasi warga serta memberikan hak ganti rugi tanah dan rumah. (APO/ABK/RAZ)

Tinggalkan komentar Anda:

Top
Translate »