Jalan Desa Gedang Jadi Kebun Pisang

Jalan Desa Gedang, Kecamatan Porong, sejak Selasa (31/03) seolah berubah menjadi kebun pisang. Di tengah jalan yang biasanya menjadi jalur alternatif ketika Jalan Raya Porong macet, berdiri pohon-pohon pisang yang ditempeli tulisan-tulisan bernada gugatan. Inilah bentuk protes warga terhadap kerusakan jalan yang ada di desa mereka.

“Sudah banyak kecelakaan di sini karena banyaknya lobang. Apalagi ini musim hujan,” tutur Roiss Haryanto (51), warga Siring yang sekarang tinggal di Desa Gedang RT 3 RW 1. Semenjak jalan tol Surabaya-Gempol lenyap ditenggelamkan lumpur Lapindo, volume kendaraan ke arah Surabaya-Malang dan Pasuruan begitu pun sebaliknya menjadi bertumpuk di Jalan Raya Porong. Kemacetan panjang adalah kenyataan sehari-hari yang harus dialami warga yang melewati Jalan Raya Porong.

Keadaan ini menyebabkan jalan-jalan desa seperti yang ada di Desa Gedang digunakan sebagai jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan. Bukan hanya kendaraan pribadi saja yang melewati jalan-jalan desa ini, tetapi truk-truk besar, bus, bahkan pengangkut peti kemas juga terkadang menggunakan jalan yang tidak sesuai kelasnya tersebut. Akibatnya bisa diduga, jalan-jalan alternatif ini akhirnya menjadi hancur dan berlobang besar disana-sini.

“Sudah pernah diperbaiki, tapi karena yang lewat (truk dan bus) besar-besar. Akhirnya rusak lagi,” terang Rois lebih lanjut.

Warga sebenarnya tidak berusaha menghalangi kendaraan yang melewati jalan Desa Gedang ini. Mereka juga tidak menolak jalan desa mereka dipakai sebagai jalur alternatif. Tetapi karena kerusakan dan adanya lobang, pohon-pohon pisang itu dipasang untuk menghindari pengguna jalan terperosok. Juga sebagai bentuk ketidakpuasan.

Lihatlah, mereka memasang berbagai tulisan seperti “Pejabat lihatlah jalanku”, “Iki jalan opo sawah?” dan “Mana Janjimu Pak Karwo” untuk menuntut pertanggungjawaban Pemerintah.

“Jangan cuma ngurusi Pemilu saja, jalan ini harus segera diperbaiki,” tuntut Rois lebih lanjut.
Sampai sekarang belum ada tanda-tanda jalan di Desa Gedang ini akan diperbaiki. Entah, apakah dibutuhkan korban jiwa terlebih dahulu sebelum mata pemerintah mau melihat kenyataan yang sebenarnya juga disebabkan kelalaian mereka sendiri.[re]

Top
Translate »