ANTARA – Lumpur Lapindo Tidak Dapat Ditutup, Kata Geolog Internasional

Kesepakatan itu muncul dalam konferensi bertema "Subsurface Sediment
Remobilization And Fluid Flow in Sedimentary Basins" yang diselenggarakan
The Geological Society di London, Inggris, Rabu.

Dalam siaran pers itu dikatakan, selama ini, beberapa geolog internasional
seperti Richard Davies dari University of Durham, Inggris, Mark Tingay dari
University of Adelaide, Australia, dan Michael Manga dari University of
California, Berkeley, AS, menyimpulkan bahwa semburan lumpur itu dipicu oleh
kegiatan pengeboran sumur Banjar Panji I (BJP I) milik Lapindo Brantas Inc.

Davies juga yakin bahwa lumpur itu adalah sebuah "mud volcano" yang
merupakan hasil remobilisasi sedimentasi laut jutaan tahun lalu.

Dalam konferensi tersebut, geolog PT Energi Mega Persada, Bambang Istadi, yang
menjadi pembicara asal Indonesia, menegaskan bahwa semburan lumpur itu bukan
disebabkan oleh "underground blowout".

"Ini berdasarkan empat fakta yang ada pada data autentik yang dimiliki
Lapindo," kata Bambang.

Menurut Bambang, data rekaman tes temperatur dan sonan selama 50 hari terhadap
sumur BJP I menunjukan hasil menolak fenomena "blowout". Analisa suhu
pada kedalaman 9000 kaki sumur adalah 140 derajat F, sedangkan suhu fluida di
atas permukaan justru 200 derajat F.

"Ini membuktikan bahwa sumur tidak terkoneksi dengan lumpur yang
menyembur. Juga berdasarkan tes sonan tidak ada suara bising di dalam
sumur," jelas Bambang.

Fakta-fakta berikut yang diungkapkan Bambang adalah tidak ada luberan, gas,
"steam" (uap air), ataupun lumpur yang keluar dari sumur BJP ketika
dibuka. Kemudian, melalui proses "re-entry" diketahui bahwa mata bor
tidak jatuh, walau semburan yang berjarak 200 meter dari sumut BJP I, itu sudah
berlangsung satu setengah bulan.

"Bila terjadi underground blowout, pasti mata bor itu jatuh karena
material lumpur yang keluar sudah jutaan ton," ungkap Bambang seeprti
dikutip siaran pers itu.

Fakta lain yang diungkap Bambang adalah tidak ditemukan "systhetic oil
based drilling" dalam tes diberbagai titik survei semburan.

"Semua fakta menunjukkan sumur BJP I masih sehat dan tidak terkoneksi
dengan semburan," jelasnya.

Sementara itu, Richard Davies, yang juga menjadi penyelenggara konferensi
tersebut, mengaku terkejut atas temuan itu. Dia langsung merespons dengan
menyediakan diri bekerja sama dengan pihak Lapindo Brantas.

"Saya baru pertama kali ini bertemu dengan Bambang Istadi, ya di London
ini," ucapnya.

Perdebatan teknis antar geolog dunia mengenai semburan lumpur itu akan
berlanjut pada konferensi internasional di

Cape Town
, Af
rika
Selatan, pada 26 – 29 Oktober 2008, yang diselenggarakan American Association
of Petroleum Geologists (AAPG).(*)

 

 

Top
Translate »