Lokasi Anda

Air Bersih Yang Hilang dari Desa Di Luar Peta

korbanlumpur.info – Secara sekilas desa Gedang mungkin tidak terlihat permasalahan terkait semburan lumpur Lapindo, terletak di sebelah barat tanggul dengan diantarai oleh Pasar Porong Lama dan Jalan Raya Porong, desa Gedang nampak aman-aman saja. Namun dibalik itu semua ternyata desa Gedang juga harus menanggung akibat dari semburan lumpur Lapindo.

Sri Mulyowati (48) menceritakan bahwa sejak setahun belakangan ini, air sumur di rumahnya telah berubah keruh dan berbau. “Kalau dipakai merendam baju pasti jadi bau, juga bikin baju kekuning-kuningan,” tutur Mbok Sri, demikian penjual nasi goreng ini biasa disapa, kepada awak Kanal.

Padahal sebelum adanya semburan lumpur Lapindo ini, air di rumahnya sangat bagus. “Kalau dulu ya jernih, dipakai mandi juga enak”, kenangnya.

Kondisi air yang tidak layak ini yang membuat warga harus membeli air setiap hari. Mbok Sri sendiri punya alasan tambahan untuk membeli air bersih ini, yaitu untuk kebutuhan mandi cucunya. Putri salsabila, cucunya yang baru berusia setahun setengah tidak kuat bila dimandikan dengan air sumur sekarang. “Badannya langsung bentol-bentol merah sekujur tubuh” sesalnya.

Untuk sekali membeli air satu Jerigen, Sri harus mengeluarkan uang sebanyak Rp 1.200, hal yang tidak terbayangkan dulu ketika belum ada semburan lumpur panas. “Kalau yang tua-tua bisa ngalah, mandi pakai air sumur juga tidak apa-apa, tapi untuk anak-anak tidak bisa, harus dica rikan air yang bisa dipakai mandi” papar Sri lebih lanjut.

Sayangnya, hingga sekarang di wilayah tempat Sri tinggal, RT 3 / RW 2 desa Gedang, belum ada perhatian serius baik dari BPLS apalagi dari pihak Lapindo yang sejak awal tidak pernah mengakui wilayah diluar peta. Sampai sekarang belum ada pengiriman air bersih kepada warga, sehingga untuk kebutuhan air bersih yang mendesak, warga harus membeli.

Gedang, seperti wilayah-wilayah lain diluar peta telah mengalami kerusaka yang serius, tapi hingga sekarang belum ada kejelasan tentang nasib mereka. Entah sampai kapan hidup mereka digantung seperti ini.

Tinggalkan komentar Anda:

Top
Translate »