Sumur Gas Bocor, Penduduk Diungsikan

Sidoarjo, Kompas – Sumur pengeboran milik PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/5) kemarin bocor. Gas dari sumur tersebut keluar ke permukaan tanah melalui rawa yang ada di sampingnya.

PT Lapindo Brantas adalah perusahaan eksplorasi dan eksploitasi gas alam yang merupakan kontraktor kontrak kerja sama dengan pemerintah pusat. Produk akhirnya adalah gas hidrokarbon yang didistribusikan Perusahaan Gas Negara.

Berdasarkan pemantauan, gas berwarna putih itu terembus sampai ke kawasan permukiman warga Desa Siring, Kecamatan Porong, yang berjarak sekitar 150 meter dari rawa tersebut. Bau menyengat seperti amoniak tercium hingga radius 500 meter dari lokasi.

Menurut keterangan warga Desa Siring, gas menyembul dari rawa sekitar pukul 06.00. Selanjutnya volume gas tersebut berangsur-angsur membesar.

Dua warga kemarin ditemukan sesak napas. Hal itu diperkirakan akibat menghirup gas tersebut. Setelah dibawa ke Puskesmas Porong, Senin sore kondisi kesehatan keduanya sudah pulih.

Mengkhawatirkan

Meski tidak sampai mengakibatkan warga keracunan, bocornya gas tersebut cukup mengkhawatirkan. Kemarin anak-anak yang tinggal di sekitar sumur gas yang bocor itu terpaksa diungsikan. Sementara itu, siswa SD Negeri Siring I dan II—yang lokasinya sekitar 350 meter dari rawa—dipulangkan lebih awal. “Murid-murid diliburkan dua hari,” kata Kepala SD Negeri Siring I Nur Rahayu.

PT Lapindo Brantas untuk sementara waktu juga meliburkan pekerja pengeboran. Pasalnya, menurut External Relations Coordinator PT Lapindo Brantas Arief Setyo Widodo, perusahaan sedang fokus menghentikan kebocoran gas tersebut.

Relations and Security Manager PT Lapindo Brantas Budi Susanto menyatakan, ditemukan kandungan 3 part per million (ppm) hidrogen sulfida pada semburan gas itu. “Namun, hidrogen sulfida sudah terurai dalam radius 50 meter sehingga tidak akan sampai ke permukiman warga,” katanya. Hidrogen sulfida merupakan gas beracun yang bisa membahayakan kesehatan.

Untuk menghentikan semburan gas itu, kata Budi lagi, tim perusahaan tengah menginjeksi lumpur berat ke dalam sumur.

Secara terpisah, Syahdun, mekanik pengeboran PT Tiga Musim Mas Jaya, menyatakan, semburan gas disebabkan pecahnya formasi sumur pengeboran. PT Tiga Musim Mas Jaya adalah perusahaan subkontrak untuk pengeboran. “Diperkirakan dinding sumur bagian dalam runtuh,” kata Syahdun. Adapun kedalaman sumur terakhir adalah 9.297 kaki. (LAS)

Sumber: Harian Kompas, 30 Mei 2006.

Tinggalkan komentar Anda:

Top
Translate »